Keputusan tidak dipanggilnya Trent Alexander-Arnold ke Timnas Inggris memicu spekulasi. Legenda sepak bola Irlandia, Roy Keane, mencurigai adanya masalah personal di balik keputusan pelatih Thomas Tuchel tersebut.
Alexander-Arnold menjadi nama yang paling disorot dari daftar 35 pemain yang dipanggil Tuchel untuk persiapan Piala Dunia 2026.
Sejumlah bek kanan lain seperti Reece James, Tino Livramento, Jarrell Quansah, hingga Djed Spence justru mendapatkan prioritas.
Keane menganggap alasan kemampuan bertahan Alexander-Arnold yang sering diragukan Tuchel tidak sepenuhnya masuk akal. Menurutnya, pemain lain yang dipilih Tuchel juga belum tentu solid di lini belakang.
"Yang aneh adalah ketika orang membicarakan soal kemampuan bertahan Trent, dia pasti melihat bek lain di depannya dan berpikir: 'Mereka juga tidak hebat dalam bertahan!'", kata Keane dalam podcast "Stick to Football" milik The Overlap.
Ia menambahkan, pendekatan pemilihan pemain yang terlalu menekankan fleksibilitas juga kurang tepat. Keane menilai, Timnas Inggris membutuhkan pemain hebat, bukan sekadar serbabisa tapi biasa saja.
"Kita terus bicara soal Timnas Inggris yang pemainnya bisa bermain di berbagai posisi. Yang dibutuhkan itu pemain yang benar-benar hebat, bukan yang serbabisa, tapi biasa saja," ujarnya.
Keane bahkan menyoroti minimnya menit bermain Ben White bersama Arsenal.
"Ben White hanya memainkan tujuh pertandingan liga untuk Arsenal. Tujuh!" ucap Keane.
Secara keseluruhan, Keane menyimpulkan bahwa lini belakang Inggris masih jauh dari kata meyakinkan.
Tuchel sendiri sudah lama mengkhawatirkan kontribusi bertahan Alexander-Arnold. Bahkan sejak Mei 2025, ia menilai Alexander-Arnold terlalu mengandalkan ofensif dan kurang disiplin dalam bertahan.
"Saya melihat kadang dia terlalu mengandalkan kontribusi ofensifnya dan tidak cukup menaruh perhatian pada disiplin serta usaha dalam bertahan," kata Tuchel saat itu.
Tuchel menegaskan bahwa standar di level internasional jauh lebih ketat. Satu kesalahan bertahan bisa menjadi penentu kegagalan.
Keane berpendapat, performa Alexander-Arnold yang mulai kembali mendapatkan menit bermain setelah sempat terganggu cedera seharusnya cukup untuk membuatnya dilirik, kecuali ada faktor lain di luar teknis.
"Kalau Anda pemain seperti Trent dan tidak masuk skuad berisi 35 pemain, saya tetap merasa itu tanggung jawab Anda sendiri," kata Keane.
Keane juga menyinggung kemungkinan adanya persoalan dalam dinamika tim. Ia menganggap ada sesuatu dari diri Alexander-Arnold yang tidak disukai Tuchel.
"Ini soal berada di dalam kelompok. Tuchel sejak awal bilang dia butuh pemain yang 'enak diajak bepergian' dan hal-hal seperti itu. Jelas ada sesuatu dari dirinya (Alexander-Arnold) yang tidak disukai," ujar Keane.
Di tengah polemik, Alexander-Arnold memberikan respons melalui media sosial. Setelah mencatatkan assist untuk Vinicius Junior dalam laga derbi Madrid, ia mengunggah foto bersama rekannya itu dengan keterangan dalam bahasa Spanyol: "Madrid. Dan tidak ada yang lain." Unggahan itu dianggap sebagai isyarat sikap sang pemain.