Legenda sepak bola Malaysia, Safee Sali, kembali menyoroti kasus pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Kasus kelayakan tujuh pemain naturalisasi Malaysia ini baru saja mendapatkan putusan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Ketujuh pemain yang terlibat adalah Facundo Tomas Garces Rattaro, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
CAS mengabulkan sebagian permohonan para pemain dengan mengubah ruang lingkup hukuman yang dijatuhkan FIFA sebelumnya. Larangan bermain selama 12 bulan tetap berlaku, tetapi hanya untuk pertandingan resmi. Mereka masih diperbolehkan mengikuti latihan dan aktivitas sepak bola lainnya.
Safee Sali menekankan pentingnya menghormati putusan CAS. Ia juga meminta FAM untuk berbenah diri dan menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran.
Safee Sali meyakini bahwa sepak bola Malaysia harus mengakui kesalahan dan menjadikannya pelajaran penting untuk masa depan. Ia mengajak komunitas sepak bola lokal untuk melihat situasi ini sebagai peluang memperbaiki sistem dan memperkuat fondasi sepak bola Malaysia.
"Ini adalah badan arbitrase tertinggi dalam olahraga dan kita harus menerima putusan mereka. Kita harus mengambil ini sebagai pelajaran dan memastikan kita tidak berada dalam posisi ini lagi," kata Safee Sali.
"Kita tidak dapat menghentikan inklusi pemain naturalisasi dan pemain keturunan lokal. Proses itu dapat berlanjut, tetapi fokus utama kita harus tetap pada produk lokal kita," lanjut striker Timnas Malaysia periode 2006-2017 tersebut.
Hukuman yang Lebih Ringan
CAS mengabulkan sebagian banding tujuh pemain terkait pemalsuan dokumen. Sanksi skorsing hanya berlaku untuk pertandingan resmi. Para pemain masih diizinkan berlatih dan berpartisipasi dalam kegiatan sepak bola lainnya dengan klub masing-masing. FAM juga harus membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss (Rp7,8 miliar).
Selain sanksi pemain, partisipasi Timnas Malaysia di Piala Asia 2027 juga terancam gagal akibat diskualifikasi.
Safee Sali merasa lega karena sepak bola Malaysia tidak menerima sanksi yang lebih berat.
"Sangat disayangkan bahwa kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Asia dan juga tujuh pemain diskors, tetapi industri ini masih dapat tumbuh dan berkembang," kata pemilik 23 gol untuk Timnas Malaysia itu.
"Liga kita tidak diskors. Untuk saat ini, pembatasan hanya memengaruhi Piala Asia dan ketujuh pemain tersebut. Jadi. kita tidak boleh membiarkan semangat kita goyah," imbuh pemilik 73 caps di tim Harimau Malaya tersebut.