Menjelang FIFA Series 2026, Saint Kitts and Nevis menjadi salah satu tim yang akan dihadapi Timnas Indonesia. Kepastian ini menambah daftar lawan yang akan dihadapi skuad Garuda.
Indonesia akan menjadi tuan rumah salah satu grup di FIFA Series 2026. Selain Saint Kitts and Nevis, Bulgaria dan Kepulauan Solomon juga akan menjadi lawan John Herdman dan timnya.
Saint Kitts and Nevis memiliki organisasi induk sepak bola bernama SKNFA, berdiri sejak 1932 di Basseterre. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 18 Agustus 1938, mereka melakoni laga internasional pertama melawan Grenada, yang berakhir dengan kekalahan 2-4.
Julukan "The Sugar Boyz" melekat pada tim ini karena sejarah panjang negara tersebut dalam budidaya tebu sebagai bahan baku gula. Kejuaraan resmi pertama yang diikuti adalah kualifikasi Caribbean Football Union (CFU) pada 1979.
SKNFA baru menjadi anggota CONCACAF dan FIFA pada 1992. Setahun kemudian, mereka berpartisipasi di Caribbean Cup 1993 dan berhasil mencapai semifinal.
Di Kualifikasi Piala Dunia Zona CONCACAF edisi 1998, mereka hampir lolos ke ronde ketiga, namun dikalahkan oleh St Vincent and the Grenadines.
Prestasi terbaik The Sugar Boyz adalah mencapai final Caribbean Cup 1996, meski akhirnya dikalahkan Trinidad dan Tobago dengan skor 0-4.
Peringkat FIFA
Saat ini, Saint Kitts and Nevis berada di peringkat ke-154 FIFA dengan 1035.25 poin, terpaut cukup jauh dari Indonesia yang menduduki peringkat ke-122 dengan 1144.73 poin. Peringkat terbaik mereka adalah posisi ke-73 FIFA pada Maret 2017.
Partisipasi di CONCACAF Gold Cup baru sekali dirasakan, yaitu pada 2023. Sayangnya, mereka selalu kalah dalam tiga laga di fase grup.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan agenda persiapan tim mulai dari asesmen hingga pencarian pemain terbaik demi target bersaing di level internasional usai diperkenalkan oleh PSSI.