1.400 Kreator Hollywood Tolak Rencana Merger Paramount dan Warner Bros

Lebih dari 1.400 praktisi film Hollywood menolak merger Paramount dan Warner Bros Discovery karena dinilai mengancam lapangan kerja dan keberagaman.

Sebanyak lebih dari 1.400 aktor, sutradara, dan praktisi film Hollywood secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana penggabungan usaha atau merger antara Paramount dan Warner Bros Discovery pada Selasa, 14 April 2026.

Aksi penolakan tersebut didorong oleh kekhawatiran para pelaku industri kreatif terhadap potensi pengurangan lapangan kerja secara masif serta menurunnya keberagaman konten dalam ekosistem hiburan global. Dilansir dari Medcom, sejumlah nama besar seperti Emma Thompson, Ben Stiller, Javier Bardem, dan Rose Byrne telah menandatangani pernyataan keberatan tersebut.

"Transaksi ini akan semakin mengkonsolidasikan lanskap media yang sudah terkonsentrasi, mengurangi persaingan pada saat industri kita dan khalayak yang kita layani tidak mampu lagi membiayainya," kata para kreator dalam pernyataan resmi mereka sebagaimana dilaporkan BBC.

Penggabungan dua raksasa media yang diperkirakan bernilai sekitar USD111 miliar atau setara Rp1.776 triliun ini diprediksi akan menyusutkan jumlah studio film besar di Amerika Serikat menjadi hanya empat perusahaan. Kondisi tersebut dinilai bakal mempersempit ruang gerak para pembuat film dan TV untuk memasarkan karya mereka kepada pembeli potensial.

Damon Lindelof, rekan pencipta serial populer Watchmen dan Lost, turut menegaskan dampak negatif dari konsolidasi ini melalui pernyataan tertulisnya. Ia menyebutkan bahwa merger di Hollywood secara otomatis akan berujung pada pengurangan produksi film dan acara televisi yang berdampak langsung pada pemangkasan tenaga kerja.

Industri hiburan AS saat ini masih berjuang pulih dari dampak pandemi COVID-19 dan aksi mogok kerja serikat pekerja yang terjadi pada 2023. Selain faktor tersebut, gangguan teknologi dan perubahan perilaku konsumen juga menjadi tantangan besar bagi stabilitas finansial sektor ini.

Pihak Paramount menanggapi gelombang protes tersebut dengan menyatakan bahwa penggabungan ini justru bertujuan untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi para talenta kreatif untuk berkarya secara global. Sebelumnya, Paramount Skydance mencapai kesepakatan akuisisi terhadap Warner Bros Discovery pada akhir Februari setelah mundurnya tawaran dari pihak Netflix.

Proses akuisisi ini mencakup kepemilikan atas sejumlah merek besar dunia hiburan. Beberapa di antaranya meliputi waralaba Looney Tunes, Harry Potter, Friends, serial HBO Succession, Game of Thrones, hingga saluran berita CNN.

Recommended