Inovasi Kereta Api Picu Kekhawatiran Terlepasnya Rahim Perempuan

Sejarah mencatat penemuan kereta api sempat memicu ketakutan medis yang keliru terkait risiko pelepasan rahim perempuan akibat kecepatan tinggi.

Munculnya penemuan kereta api pada masa lampau sempat memicu kecemasan publik mengenai risiko rahim perempuan terlepas dari tubuh akibat kecepatan kendaraan tersebut. Fenomena ketakutan terhadap teknologi baru ini kembali dibahas pada Minggu (19/4/2026) sebagai bentuk kilas balik sejarah hoaks inovasi.

Dilansir dari Detik iNET, masyarakat kala itu merasa khawatir jika kecepatan kereta api yang melaju di atas tanah dapat membahayakan keselamatan fisik. Ketakutan tersebut muncul saat manusia baru mulai beradaptasi dengan perpindahan lokasi yang lebih cepat dibandingkan perjalanan tradisional.

Antropolog budaya Genevieve Bell mengungkapkan kepada Wall Street Journal TECH bahwa ada kepercayaan kuat mengenai batas kecepatan tertentu. Masyarakat meyakini jika kereta melaju lebih dari 80 km/jam, percepatan tersebut akan membuat rahim terlempar keluar dari tubuh perempuan.

Kekhawatiran medis tersebut juga sempat dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Lancet beberapa tahun setelah kereta beroperasi. Tulisan tersebut menyebutkan bahwa kecepatan tinggi dapat membahayakan pernapasan dan menyebabkan sesak napas akibat kerusakan atmosfer di dalam terowongan panjang.

"Jika seorang wanita berangkat untuk pelayaran laut atau perjalanan kereta api sehari sebelum menstruasinya seharusnya datang, ia kemungkinan besar akan melewatkan satu periode menstruasi, dan mungkin lebih," tulis seorang dokter di New England Medical Gazette dalam catatannya.

Laporan medis kuno itu juga menambahkan bahwa perjalanan tersebut dapat menyebabkan penderitaan hebat atau penyakit parah. Dokter pada masa itu menduga dislokasi uterus atau pergeseran rahim dapat terjadi sebagai konsekuensi tidak langsung dari perjalanan menggunakan transportasi cepat.

Meskipun IFLScience dan Detik iNET tidak menemukan referensi spesifik mengenai angka kecepatan 80 km/jam dalam catatan sejarah medis, sentimen seksisme diduga kuat memengaruhi pandangan para dokter saat itu. Ketakutan serupa juga pernah menimpa penemuan telepon Alexander Graham Bell yang dianggap dapat mengirim roh jahat.

Recommended