Ruben Amorim Tunda Kembali Melatih, Prioritaskan Istirahat Usai di Man United

Ruben Amorim memilih untuk menikmati waktu istirahat dan tidak terburu-buru menerima tawaran melatih setelah masa jabatannya berakhir di Manchester United.

Ruben Amorim belum menunjukkan minat untuk segera kembali ke dunia kepelatihan setelah kontraknya bersama Manchester United berakhir. Pelatih asal Portugal ini, yang dipecat dari klub pada Januari lalu, memilih untuk menikmati waktu istirahat sambil mengevaluasi langkah karier berikutnya. Demikian dilaporkan oleh Bola.com.

Amorim sempat dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Portugal, terutama sebagai kandidat pengganti Jose Mourinho di Benfica. Namun, hingga kini, ia belum membuat keputusan apa pun terkait tawaran yang datang.

Menurut beberapa laporan, Amorim merasa nyaman dengan kondisinya saat ini dan tidak ingin terburu-buru menerima tawaran. Ia berfokus untuk memastikan bahwa keputusan yang akan diambilnya merupakan langkah terbaik bagi perjalanan karier manajerialnya.

Saat ini, Amorim sedang menikmati waktu liburan panjang bersama keluarganya, termasuk menghabiskan waktu di Rio de Janeiro, Brasil. Meski sedang rehat, ia tetap mengikuti perkembangan sepak bola, bahkan sesekali menyaksikan pertandingan Manchester United.

Mantan pelatih Manchester United ini akan mempertimbangkan setiap tawaran dengan matang sebelum kembali ke lapangan hijau. Keputusan finalnya diperkirakan baru akan diambil setelah ia merasa sepenuhnya siap untuk memimpin sebuah tim lagi.

Reputasi Pasca-Man United dan Isu Benfica

Masa kepemimpinan Amorim di Manchester United berakhir lebih cepat dari perkiraan, hanya bertahan sekitar 14 bulan sebelum dipecat pada Januari lalu. Hal ini disebabkan oleh performa tim yang tidak konsisten di kompetisi domestik maupun Eropa, serta kegagalan memenuhi ekspektasi tinggi klub.

Meski demikian, reputasinya sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa belum sepenuhnya pudar. Nama Amorim justru kembali mencuat di Portugal, dengan Benfica disebut-sebut menjadikannya kandidat utama untuk mengisi posisi pelatih.

Potensi kepindahan Amorim ke Benfica menimbulkan dinamika menarik, mengingat ia memiliki ikatan kuat dengan Sporting CP, rival abadi Benfica. Bersama Sporting, Amorim meraih kesuksesan besar dan membangun reputasi sebagai pelatih top yang disegani di Eropa.

Situasi di Benfica sendiri saat ini tidak stabil. Pelatih Jose Mourinho dikabarkan berada di bawah tekanan karena timnya tertinggal dalam perburuan gelar liga. Manajemen klub sedang mempertimbangkan opsi pergantian pelatih untuk menyelamatkan musim mereka.

Jurnalis Portugal, Luis Rocha Rodrigues, bahkan menyebut Amorim sebagai sosok ideal untuk posisi tersebut, berkat kombinasi pengalaman di level tertinggi dan pemahaman mendalam tentang sepak bola Portugal. Namun, jika kepindahan ini terwujud, Amorim akan menghadapi tantangan besar, tidak hanya dari segi performa tim, tetapi juga dari reaksi pendukung, mengingat sejarahnya dengan Sporting CP.

Peran Michael Carrick di Manchester United

Setelah kepergian Ruben Amorim, Manchester United menunjuk Michael Carrick sebagai manajer sementara sejak Januari 2026. Di bawah asuhan Carrick, United menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, naik ke peringkat ketiga klasemen Liga Primer dan bersaing untuk tiket Liga Champions.

Dalam 10 pertandingan Liga Inggris yang dipimpin Carrick, tim berhasil meraih 7 kemenangan, 2 hasil imbang, dan hanya 1 kekalahan. Keberhasilan ini membuat banyak pemain, termasuk Amad Diallo dan Bryan Mbeumo, menyatakan dukungan agar Carrick dipertahankan.

Amad Diallo, seperti dikutip dari Dailymail, mengungkapkan bahwa Carrick memiliki hubungan baik dengan seluruh pemain dan dipandang sebagai sosok yang tepat untuk tim. Ia menyoroti pengalaman Carrick sebagai mantan pemain Manchester United yang memahami kondisi klub.

Senada dengan Amad, Bryan Mbeumo menambahkan bahwa bekerja sama dengan Carrick sangat menyenangkan karena ia tahu seluk-beluk klub dan cara berkomunikasi dengan pemain. Meskipun demikian, manajemen Manchester United tampaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan, dan kemungkinan akan mengevaluasi secara menyeluruh hingga akhir musim.

Pembelaan Bruno Fernandes untuk Harry Maguire

Di tengah harapan para penggemar Manchester United akan kedatangan 'darah segar' di bursa transfer, kapten tim Bruno Fernandes justru menegaskan pentingnya mempertahankan pemain senior seperti Harry Maguire.

Fernandes mengakui bahwa suporter cenderung menginginkan hal baru, tetapi ia menekankan bahwa pemain yang sudah lama membela klub sering kali baru dihargai setelah mereka pergi. Pernyataan ini muncul setelah Maguire menyetujui perpanjangan kontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan satu musim lagi.

Dikutip dari Men In Blazers Media Network, Fernandes memuji ketangguhan Maguire dan perannya yang penting dalam kebangkitan klub di bawah Carrick. Ia menyebut Maguire sebagai pilar penting yang dibutuhkan tim di tengah masa transisi.

Recommended