Nasib Sembilan Wonderkid Real Madrid yang Terlupakan

Sejumlah pemain muda potensial jebolan akademi Real Madrid sempat bersinar namun kemudian meredup. Siapa saja mereka?

Selain La Masia milik Barcelona, akademi Real Madrid, La Fabrica, juga dikenal sebagai penghasil pemain-pemain hebat. Beberapa nama seperti Iker Casillas, Raul Gonzales, Achraf Hakimi, Emiliano Buendia, dan Alvaro Morata adalah contoh sukses jebolan akademi ini.

Namun, tidak semua pemain muda yang digadang-gadang menjadi bintang mampu bersinar di level tertinggi. Beberapa wonderkid Real Madrid justru terlupakan seiring berjalannya waktu. Berikut adalah sembilan pemain muda Real Madrid yang kariernya meredup:

  1. Royston Drenthe

    Madrid mengontrak Drenthe, pemain sayap asal Belanda, saat berusia 20 tahun. Selama lima musim di klub, Drenthe mencetak empat gol dalam 65 penampilan. Setelah meninggalkan Madrid, ia berpindah ke 12 klub berbeda. Kini berusia 36 tahun, Drenthe terakhir bermain untuk Real Murcia pada 2021/2022.

  2. Omar Mascarell

    Mascarell, seorang gelandang, merupakan salah satu dari 16 lulusan akademi yang menjalani debut di era Jose Mourinho. Debutnya terjadi pada laga terakhir Mourinho pada tahun 2013. Setelah dipinjamkan ke Derby County dan Sporting Gijon, Mascarell meninggalkan Bernabeu pada tahun 2016. Saat ini, ia bermain untuk Elche yang terdegradasi.

  3. Mink Peeters

    Peeters memiliki karier yang menjanjikan di akademi Ajax hingga Real Madrid. Sempat tampil mengesankan di tim muda Los Blancos, Real Madrid memberinya kontrak profesional selama tiga tahun. Setelah tiga kali masa pinjaman, ia hengkang ke klub Serbia dan kini bermain untuk FC Volendam di Belanda sejak 2021.

  4. Philipp Lienhart

    Lienhart, bek tengah asal Austria, awalnya dipinjam dari Rapid Wien pada musim 2014/2015. Ia berkembang di tim C dan B sebelum menandatangani kontrak profesional. Satu-satunya penampilannya untuk tim utama adalah sebagai pemain pengganti selama 12 menit saat Real Madrid menang 3-1 atas Cadiz di Copa del Rey 2015. Ia kemudian dipermanenkan oleh Freiburg.

  5. Augusto Galvan

    Real Madrid mengontrak Galvan, remaja asal Brasil, dengan transfer 3 juta euro dari Sao Paulo pada 2017. Namun, gelandang serang ini gagal memenuhi harapan. Setelah hanya tampil untuk tim B Madrid dan dipinjamkan ke sejumlah klub, ia kembali ke Brasil dan bermain di kasta terendah, Serie D, bersama klub Caxias.

  6. Oscar Rodriguez

    Rodriguez bergabung dengan La Fabrica pada usia 10 tahun. Setelah menghabiskan lebih dari 11 tahun di klub, ia dipanggil ke skuad Timnas junior hingga senior Spanyol pada 2020. Namun, gelandang muda ini hanya tampil satu kali di Copa del Rey untuk Real Madrid. Ia hengkang ke Sevilla pada 2020, dan sempat dipinjamkan ke Celta Vigo.

  7. Fran Garcia

    Garcia, yang menempa kemampuannya di akademi Madrid sejak usia 14 tahun, tampil lebih dari 50 kali untuk Tim B antara 2018 dan 2020. Setelah itu, ia hanya membuat satu penampilan tim utama di Copa Del Rey. Penampilannya yang menawan saat dipinjamkan ke Rayo Vallecano pada musim 2020/2021 membuatnya dipermanenkan oleh klub tersebut.

  8. Hugo Vallejo

    Vallejo bergabung dengan Real Madrid pada Januari 2020 dan mendapat pujian sebagai wonderkid berbakat. Pemain sayap ini mengembangkan permainannya di Tim B Madrid. Setelah dipinjamkan ke Deportivo La Coruna, ia hanya menghabiskan 18 bulan di Madrid. Pada 2021, ia bergabung dengan Real Valladolid tetapi gagal menembus tim utama dan dipinjamkan ke Ponferradina.

  9. Moha Ramos

    Ramos, seorang penjaga gawang, dianggap sebagai prospek lulusan akademi yang memiliki potensi dalam permainan Football Manager (FM). Namun, kariernya di dunia nyata berbeda. Setelah dipinjamkan ke Birmingham City dan Real Union tanpa banyak tampil, ia pindah ke Rayo Cantabria (Tim B Racing Santander) pada 2021. Kini bermain untuk Las Palmas B, peluangnya untuk kembali ke La Liga tampak berat.

Recommended