Sheikh Mansour Hadapi Tudingan Keterkaitan Konflik Senjata di Sudan

Pemilik Manchester City Sheikh Mansour dituduh organisasi FairSquare memasok senjata ke kelompok RSF di Sudan melalui Uni Emirat Arab.

Organisasi non-pemerintah FairSquare mendesak pemerintah Inggris untuk menyelidiki pemilik Manchester City, Sheikh Mansour bin Zayed Al-Nahyan, atas dugaan keterkaitan dengan kelompok milisi di Sudan pada Senin, 18 April 2026.

Tudingan ini muncul setelah Sheikh Mansour diduga memiliki peran dalam pasokan senjata dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada Rapid Support Forces (RSF). Kelompok tersebut saat ini dituduh melakukan tindakan genosida dalam konflik yang masih berlangsung di Sudan.

Dilansir dari Bola, FairSquare telah mengajukan laporan resmi kepada pemerintah Inggris, Premier League, dan Regulator Sepak Bola Independen pada 7 April lalu. Laporan tersebut menyoroti posisi Sheikh Mansour sebagai tokoh berpengaruh di UEA yang berinteraksi dengan RSF.

Data dari Panel Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Sudan menunjukkan adanya aliran senjata, amunisi, dan perlengkapan lainnya dari UEA ke RSF sejak Juni 2023. Tindakan ini dinilai melanggar embargo PBB tahun 2004 dan memperparah kekejaman di wilayah El-Fasher.

"Ada banyak bukti dari berbagai sumber tepercaya, termasuk Panel Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Sudan, bahwa Uni Emirat Arab telah menyediakan senjata, amunisi, dan perlengkapan lain kepada RSF sejak Juni 2023, yang melanggar embargo Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2004," kata FairSquare dalam laporannya.

Organisasi tersebut juga menyatakan bahwa UEA diduga membiarkan individu serta entitas yang terafiliasi dengan RSF untuk melakukan koordinasi aktivitas di wilayah mereka tanpa hambatan. Hal ini memicu desakan agar Sheikh Mansour dilarang terlibat dalam ekosistem sepak bola Inggris.

Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat dan Inggris telah memberlakukan sanksi terhadap sejumlah pihak yang terhubung dengan RSF. Namun, sanksi tersebut belum menyentuh nama Sheikh Mansour meskipun ia menjabat sebagai Wakil Presiden dan Wakil Perdana Menteri UEA.

Isu ini mengemuka di tengah persiapan pengalihan proses pemeriksaan kepemilikan klub di Inggris kepada Independent Football Regulator bulan depan. Sementara itu, manajemen Manchester City belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan yang diarahkan kepada pemilik klub tersebut.

Recommended