Ultimatum 48 jam yang dilayangkan Presiden AS, Donald Trump, kepada Iran berujung pada perubahan sikap. Kondisi ini memicu sindiran dari netizen dunia dengan istilah "TACO Tuesday".
Apa makna di balik "TACO Tuesday" ini? Istilah ini merupakan singkatan dari "Trump Always Chicken Out" (Trump selalu pengecut).
Robert Amstrong, seorang kolumnis Financial Times, mempopulerkan istilah ini sejak Mei 2025 untuk menggambarkan kecenderungan Trump yang kerap melontarkan ancaman, namun kemudian menariknya kembali setelah menghadapi reaksi pasar yang kurang baik. Momen "TACO Tuesday" sering dimanfaatkan pemain saham untuk mencari keuntungan jangka pendek karena pernyataan Trump cenderung membuat pasar saham bergejolak.
Ancaman terbaru Trump ditujukan kepada Iran, memberi waktu 48 jam untuk membuka selat yang dianggap penting bagi ekonomi dunia. Jika tidak, Trump mengancam akan memadamkan listrik Teheran. Namun, menjelang batas waktu tersebut, Trump kembali mereda dan menyatakan adanya dialog dengan Iran.
Sontak, ledekan "TACO Tuesday" kembali ramai di media sosial, baik dari netizen Amerika maupun seluruh dunia. Mereka menilai ucapan Trump tidak dapat dipegang dan hanya sekadar gertak sambal. Berikut beberapa komentar netizen di X dan Threads:
@dickbrass mengatakan, "Sudah jelas ini TACO time lagi. Itulah, Trump Always Chickens Out. Dan pagi ini, Trump menarik diri dari ancamannya untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran."
@johnexpos_ berkomentar, "Aman untuk bilang besok Taco Tuesday. Iran bantah ada pembicaraan dengan AS setelah Trump tunda serangan ke pembangkit listrik." Sebagai informasi, saat itu di Amerika masih hari Senin malam.
@kikkiplanet menulis, "Kabar baik? Trump melakukan TACO, lagi-lagi. Kabar buruk? Dia bohong banget waktu bilang ada pembicaraan produktif dengan rezim Iran."
Sebelumnya, pada Senin (23/3), Trump mengklaim telah melakukan percakapan produktif selama akhir pekan dan akan menunda serangan militer terhadap pembangkit listrik dan situs energi Iran selama lima hari. Pernyataan ini bertolak belakang dengan ucapannya pada Minggu (22/3).
"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU!" tulis Trump di platform Truth Social.