I.League Terapkan Skema Kontribusi Variabel Hadiah Super League 2025/2026

I.League menerapkan sistem kontribusi variabel berdasarkan peringkat klasemen dan rating televisi untuk menentukan besaran hadiah klub Super League.

Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, memaparkan mekanisme pembagian hadiah kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada Rabu (13/5/2026) di Jakarta. Skema tersebut mengandalkan perpaduan prestasi klasemen akhir serta nilai jual klub melalui rating dan pangsa pemirsa televisi.

Sebagaimana dilansir dari Bola, penentuan besaran dana yang diterima klub tidak menggunakan nominal tetap di awal musim seperti pada kasta kedua. Setiap tim peserta akan mendapatkan kontribusi tetap bulanan, namun total pendapatan akhir musim sangat bergantung pada pencapaian teknis dan popularitas siaran.

Persaingan gelar juara sendiri saat ini masih berlangsung ketat dengan menyisakan dua pekan pertandingan. Persib Bandung menempati puncak klasemen dengan raihan 75 poin, namun hanya unggul rekor pertemuan atas Borneo FC Samarinda yang membayangi di peringkat kedua.

Asep menjelaskan bahwa variabel kontribusi akan diberikan secara menurun dari peringkat pertama hingga ke-15. Sementara itu, tiga tim yang berada di posisi terbawah klasemen dipastikan tidak akan menerima bagian dari variabel kontribusi tersebut sebagai konsekuensi performa.

"Berikutnya, ada yang namanya variable contribution. Ini sifatnya sesuai dengan perhitungan tiga aspek. Tim peringkat satu, dua, tiga, sampai ke-15 itu angkanya berbeda secara menurun," ujar Asep Saputra, Direktur Operasional I.League.

Selain aspek peringkat, performa komersial melalui layar kaca menjadi indikator krusial dalam penghitungan bonus. Tim yang memiliki jumlah penonton terbanyak saat siaran langsung berpotensi mendapatkan dana yang lebih besar dibandingkan tim dengan rating rendah.

I.League juga melaporkan hasil proses lisensi klub untuk musim ini. Tercatat sebanyak 17 dari 18 klub peserta dinyatakan memenuhi kriteria wajib, sementara PSBS Biak menjadi satu-satunya tim yang dinyatakan gagal lolos lisensi.

Recommended