Skuter Listrik Menjadi Alternatif Transportasi Komuter Jakarta pada Mei 2026

Penggunaan skuter listrik atau otopet semakin diminati pekerja kantor di Jakarta sebagai solusi kemacetan di tengah minimnya regulasi pelarangan.

Sejumlah pekerja kantor di Jakarta mulai beralih menggunakan skuter listrik atau otopet sebagai solusi menembus kemacetan lalu lintas pada Selasa, 5 Mei 2026. Moda transportasi ini menjadi pilihan karena regulasi spesifik yang melarang penggunaan otopet di jalan raya secara menyeluruh belum diterbitkan.

Meskipun beberapa kota menerapkan larangan di ruas jalan tertentu, operasional skuter listrik saat ini masih dianggap legal di Indonesia. Mobilitas yang tinggi dan keberagaman moda transportasi di ibu kota mendorong masyarakat melirik otopet demi efisiensi waktu perjalanan.

Dilansir dari Medcom, aspek utama yang harus diperhatikan pengguna adalah kepastian jarak tempuh, terutama bagi komuter dengan rute rumah menuju kantor yang cukup jauh. Portabilitas untuk melipat kendaraan juga menjadi faktor krusial agar perangkat dapat dibawa ke dalam transportasi umum seperti KRL atau MRT.

Terdapat beberapa rekomendasi unit yang menonjolkan efisiensi di tahun 2026, seperti Xiaomi Electric Scooter 4 Lite 2nd Gen yang memiliki bobot ringan 16,2 kg. Model ini dibanderol pada kisaran harga Rp5,2 juta hingga Rp5,99 juta dan populer di kalangan pengguna transportasi publik.

Bagi pengguna yang membutuhkan ketahanan lebih, Xiaomi Electric Scooter Elite hadir dengan kemampuan menahan beban hingga 120 kg dan jarak tempuh mencapai 45 km. Perangkat ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp6,49 juta untuk mendukung perjalanan jarak menengah.

Pilihan lain yang tersedia di pasar adalah Segway Ninebot F20A seharga Rp4,9 juta yang mengandalkan sistem lipat tiga klik. Selain itu, terdapat Unagi Model One Voyager untuk segmen premium serta Karindo X6 yang memiliki bobot paling ringan sebesar 12 kg.

Kecepatan rata-rata yang dihasilkan deretan skuter listrik tersebut berkisar antara 25 hingga 30 km/jam. Hingga saat ini, para komuter terus memanfaatkan fleksibilitas alat angkut tersebut untuk menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik macet Jakarta.

Recommended