Tim bulu tangkis Indonesia telah mengambil langkah awal dalam persiapan menghadapi All England 2026, yang akan berlangsung pada 3-8 Maret. Persiapan matang ini dilakukan demi meraih hasil maksimal di turnamen bergengsi tersebut.
Kejuaraan All England, yang dijadwalkan pada 3 hingga 8 Maret di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, memiliki status tertinggi dalam kalender BWF World Tour Super 1000. Turnamen ini menjadi ajang unjuk gigi kualitas, konsistensi, dan mentalitas juara bagi setiap atlet.
Eng Hiang, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, menjelaskan bahwa persiapan tim dilakukan secara sistematis dan menyeluruh, dengan fokus pada kesiapan fisik, teknik, mental, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi di Eropa. Fajar Alfian dkk. memutuskan untuk berangkat lebih awal sebagai bagian dari persiapan penting ini.
"Aklimatisasi menjadi faktor krusial. Tim akan menjalani program aklimatisasi pada 24-28 Februari 2026 di Milton Keynes, yang terletak sekitar 120 kilometer di selatan Birmingham. Setelah itu, pada tanggal 1 Maret, tim akan pindah ke Birmingham agar para atlet memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan venue pertandingan," ungkap Eng Hian.
Milton Keynes dipilih sebagai tempat aklimatisasi karena ketersediaan fasilitas latihan yang memadai, kenyamanan atlet, dan efektivitas proses adaptasi. Eng Hian juga menyoroti pentingnya kesiapan mental para atlet Indonesia untuk berlaga di All England 2026.
Indonesia terakhir kali meraih gelar juara di All England pada 2024, dengan Jonatan Christie menjadi juara di tunggal putra dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di ganda putra. Pada All England 2025, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana menjadi runner up setelah dikalahkan pasangan Korea, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae.