Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung (BTP Bandung) dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan uji coba skybridge Bandung. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah aksesibilitas penumpang Kereta Cepat Whoosh yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Api (KA) Feeder.
Uji coba ini juga merupakan antisipasi terhadap potensi penumpukan penumpang menjelang masa Angkutan Lebaran 2026/1447 H. Sebelumnya, penumpang KA Feeder dan KA Jarak Jauh menggunakan akses yang sama.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung, Endang Setiawan, menyampaikan bahwa uji coba ini bertujuan untuk memperlancar pergerakan penumpang agar tidak terpusat di satu titik. Menurutnya, skybridge dinilai lebih efektif dan efisien karena memangkas jarak tempuh penumpang ke KA Feeder.
"Uji coba pengoperasian skybridge bandung ini merupakan wujud dukungan DJKA untuk operasional kereta cepat serta untuk meningkatkan layanan transportasi," ujar Endang, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
Endang menjelaskan bahwa Hall Feeder Kereta Cepat yang berada di sisi timur Stasiun Bandung akan menjadi lokasi pengalihan aktivitas penumpang KA Feeder mulai 10 Maret 2026.
Ia menambahkan, penumpang KA Feeder diharapkan menyesuaikan dengan perubahan akses naik turun dan ruang tunggu penumpang. Selain itu, penumpang juga diimbau untuk tidak datang ke stasiun terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan kereta.
Uji coba ini juga menjadi bahan evaluasi dalam persiapan menghadapi lonjakan penumpang pada Masa Angkutan Lebaran 2026/1447 H. DJKA berkomitmen untuk terus meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang serta mewujudkan transportasi yang inklusif. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor 081214867813.