Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan sinyal kuat mengenai perombakan skuat menjelang bursa transfer musim panas 2026 setelah timnya ditahan imbang Hellas Verona 1-1 pada Minggu malam (3/5/2026). Spalletti menegaskan kebutuhan mendesak akan pemain yang memiliki kemampuan teknis tinggi di ruang sempit.
Hasil imbang melawan tim yang sudah terdegradasi tersebut membuat posisi Bianconeri di zona Liga Champions terancam. Dilansir dari Bola, Juventus saat ini hanya unggul tiga poin dari Como di posisi kelima, sementara AS Roma menempel ketat dengan selisih satu poin di peringkat keenam.
Kebutuhan teknis di sektor gelandang serang menjadi fokus utama sang pelatih untuk memecah kebuntuan di area pertahanan lawan. Spalletti menilai timnya saat ini sering mengalami kesulitan ketika menghadapi blok pertahanan rendah yang sangat rapat.
"Kami sedikit kekurangan kualitas murni saat bermain di ruang sempit, terutama di area gelandang serang," kata Luciano Spalletti, Pelatih Juventus. Ia mengibaratkan area di depan kotak penalti lawan sebagai rawa yang sering memicu frustrasi pemain jika tidak memiliki kombinasi serangan yang tepat.
Manajemen Juventus dikabarkan telah bergerak untuk memenuhi permintaan tersebut dengan mendekati kapten Manchester City, Bernardo Silva. Pemain asal Portugal tersebut berpotensi didatangkan secara gratis karena tidak memperpanjang kontraknya di Etihad Stadium.
Selain Bernardo Silva, nama Tijjani Reijnders juga masuk dalam radar bidikan klub asal Turin tersebut. Mantan pemain AC Milan itu dilaporkan kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di Manchester City dan menjadi opsi ideal bagi skema permainan Spalletti.
Evaluasi Spalletti tidak hanya berhenti di lini tengah, tetapi juga mencakup sektor pertahanan tim. Ia menginginkan sosok bek tengah yang tidak hanya kuat dalam duel fisik, namun juga cakap dalam memulai pembangunan serangan dari lini belakang.
Spalletti memuji ketangguhan fisik duo bek Juventus saat ini, Gleison Bremer dan Kelly, namun merasa ada aspek yang kurang dalam distribusi bola. Menurutnya, karakter pemain bertahan yang bisa mengalirkan bola sangat penting untuk membentuk identitas tim yang dominan.