Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Istiqlaliyah Muflikhati, memaparkan lima strategi pengelolaan waktu bagi ibu rumah tangga pelaku UMKM dalam Webinar Keluarga Produktif dan Berdaya pada Jumat, 8 Mei 2026. Langkah ini bertujuan mengatasi kendala peran ganda yang kerap memicu kelelahan fisik maupun mental.
Keterbatasan waktu dan kaburnya batas antara urusan domestik dengan operasional usaha diidentifikasi sebagai faktor utama penyebab ketidakefisienan. Dilansir dari Medcom, minimnya skala prioritas yang jelas berpotensi besar memicu kondisi burnout bagi para pelaku usaha perempuan.
Strategi pertama yang disarankan adalah penerapan teknik batching atau pengelompokkan pekerjaan sejenis dalam satu waktu tertentu. Metode ini mencakup kegiatan produksi barang dalam jumlah besar sekaligus, pengemasan serentak, hingga pengadaan bahan baku untuk kebutuhan beberapa hari kedepan.
"Dengan cara ini, waktu dan energi yang digunakan menjadi lebih hemat karena tidak perlu berulang kali berpindah dari satu jenis pekerjaan ke pekerjaan lainnya," kata Istiqlaliyah Muflikhati, Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University.
Istiqlaliyah menambahkan bahwa penentuan skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi sangat krusial untuk menghindari pemborosan waktu. Ibu UMKM juga diminta menyusun jadwal harian yang terstruktur agar setiap aktivitas dapat berjalan lebih sistematis dan mengurangi tumpukan pekerjaan.
Pengelolaan distraksi menjadi poin penting selanjutnya agar ritme kerja tetap terjaga secara konsisten. Selain fokus pada manajemen pribadi, pembangunan kolaborasi melalui pembagian peran antaranggota keluarga dinilai efektif untuk meringankan beban kerja domestik ibu.
Penerapan seluruh strategi tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas serta menjaga kesehatan mental pelaku UMKM dalam jangka panjang. Pemanfaatan waktu yang bijak melalui perencanaan matang dan komunikasi efektif menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kehidupan keluarga.