Bruno Fernandes mendapat pujian setinggi langit dari legenda Arsenal, Thierry Henry. Henry bahkan memberikan julukan khusus untuk Fernandes, yaitu "Braino Fernandes".
Fernandes menjadi salah satu pemain yang menonjol di Manchester United di tengah periode sulit klub tersebut di bawah asuhan Erik ten Hag dan Ruben Amorim. Musim ini, pemain berusia 31 tahun itu kembali menunjukkan performa impresif dengan mencetak tujuh gol dan memberikan 16 assist di Premier League.
Menurut Henry, kemampuan Fernandes dalam mengontrol kecepatan berpikirnya menjadi keunggulan utama. Dalam program Monday Night Football, Henry menyatakan:
"Jika Anda bisa mengontrol kecepatan otak Anda, maka Anda akan lebih cepat dari siapa pun di lapangan, dan itulah yang dimiliki pemain ini dalam jumlah besar," kata Henry, seperti dikutip dari Football 365, Selasa (17/3/2026).
Henry menambahkan bahwa Fernandes tidak hanya bermain sepak bola, tetapi juga memikirkan sepak bola.
Fernandes memang tampil memukau saat MU mengalahkan Aston Villa 3-1 dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris. Dalam laga tersebut, pemain asal Portugal itu menyumbangkan dua assist.
Henry terkesan dengan dominasi Fernandes di babak kedua, menyamakannya dengan anak sekolah yang lebih hebat dari teman-temannya. Fernandes terus menguasai bola dan mengarahkannya ke depan setiap kali ada peluang.
Selain kemampuan individunya, Henry juga menyoroti etos kerja Fernandes yang seringkali tidak terlihat. Meskipun menjadi pemain terbaik, Fernandes tetap berupaya membantu pertahanan.
Henry juga menyoroti momen ketika Fernandes memarahi Amad Diallo selama tujuh detik karena gagal memberikan umpan terobosan yang tepat.
“Dia menginginkan bola (dari Amad Diallo), dia benar-benar menginginkannya. Dia akhirnya mendapatkan bola, tapi saat itu sudah terlambat," kata Henry.
Henry menggambarkan Fernandes sebagai pemain yang menuntut kesempurnaan dari diri sendiri dan rekan setimnya, bahkan saat timnya menang. Sikap inilah yang membuat Henry menyebutnya sebagai pemimpin sejati.
“Bahkan saat menang pun dia seperti itu, dia menuntut kesempurnaan dari dirinya dan rekan setimnya. Bagi saya, itulah pemimpin sejati. Lihat saja, dia masih memarahi Amad! Dia benar-benar tidak suka situasi itu. Saya sekarang menyebutnya Braino Fernandes karena dia berpikir di atas lapangan, dan saya menyukainya," imbuh mantan striker Barcelona tersebut.
Fernandes juga berhasil melampaui rekor assist terbanyak dalam satu musim Premier League yang sebelumnya dipegang oleh David Beckham.
Menanggapi pencapaian ini, Fernandes mengungkapkan kebahagiaannya.
“Jelas ini sangat menyenangkan. Ini pencapaian yang sangat bagus. Kita berbicara tentang salah satu pemain terbaik, terutama dalam hal umpan silang dan permainan di kotak penalti, jadi saya sangat senang bisa melakukannya," kata Fernandes.
Fernandes merasa terhormat bisa disejajarkan dengan nama besar seperti Beckham, yang menjadi panutan banyak orang dalam hal crossing dan passing.
“Semua orang pasti pernah mencoba meniru Beckham di halaman rumah mereka, bahkan hanya dengan mengayunkan tangan seperti dia, meski bolanya tidak selalu seperti itu!”
“Saya tentu sangat senang bisa memecahkan rekornya," imbuh Fernandes.