Timnas U-20 Jalani Latihan dengan Filosofi John Herdman

Timnas Indonesia U-20 memulai latihan di Surabaya untuk Kualifikasi Piala Asia, menerapkan filosofi John Herdman.

Timnas Indonesia U-20 memulai latihan sebagai persiapan Kualifikasi Piala Asia. Pelatih Nova Arianto mengusung misi khusus dalam pemusatan latihan (TC) di Surabaya.

Garuda Nusantara, yang dipersiapkan untuk AFF U-20 2026 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, menjalani latihan serius di Gelora 10 November, Surabaya.

Sebanyak 25 pemain mengikuti sesi latihan malam selama tiga hari. Meskipun sedang berpuasa, mereka bertekad memberikan yang terbaik. Nova memfokuskan diri pada pembangunan fondasi tim dalam TC ini, setelah mendapat pengarahan dari pelatih Timnas senior, John Herdman.

"Kami ingin melihat kondisi pemain, baik pemain baru maupun beberapa pemain yang dari Piala Dunia U-17. Tetapi fokus kami dalam minggu ini adalah bagaimana kita menyeragamkan game plan atau filosofi yang akan dibuat di timnas senior," ungkapnya.

Nova Arianto mendapatkan mandat untuk menyeragamkan filosofi timnya dengan Timnas senior, serta timnas kelompok umur lainnya seperti U-17 dan U-23.

Tidak ada skema khusus yang ditekankan karena formasi di setiap pertandingan bisa berubah sesuai dengan lawan yang dihadapi.

"Secara filosofi akan kita samakan tetapi memang secara formasi coach John sampaikan sangat fleksibel karena sangat adaptif dengan lawan yang dihadapi," jelasnya.

"Tetapi secara game plan, bagaimana kami menyerang, atau bagaimana kami bertahan itu menjadi fokus selama TC U-20. Filosofi apa yang akan dibuat oleh tim nasional," sambung Nova.

Tanpa Garansi untuk Eks Skuad Piala Dunia U-17

Nova memastikan akan berlaku adil, meskipun memanggil banyak pemain jebolan Piala Dunia U-17. Kesempatan akan diberikan kepada siapa pun yang bisa mengimplementasikan taktiknya.

Nova mengakui ada perbedaan antara pemain debutan dan eks Timnas Indonesia U-17.

"Pastinya secara level berbeda walaupun berbeda satu tahun. Tetapi saya lihat pemain-pemain dari U-17 secara mental, secara pengalaman dalam pertandingan internasional sangat berbeda," ujarnya.

"Secara mental dalam menghadapi pertandingan internasional itu yang mereka sangat butuhkan dan itu yang masih saya lihat dari mereka. Secara fisik sama, tapi mungkin pemikiran dalam mengambil keputusan," jelas pelatih kelahiran Semarang itu.

Recommended