Trent Alexander-Arnold dikabarkan berpotensi meninggalkan Real Madrid akibat minimnya kesempatan bermain. Ketegangan internal tim disebut-sebut menjadi penyebabnya, setelah sang pemain kembali dari cedera.
Alexander-Arnold baru merumput lagi akhir pekan lalu setelah dua bulan absen. Ia bermain sebagai pengganti di menit akhir saat Real Madrid menang 2-0 atas Valencia, menggantikan David Jimenez.
Kembalinya Alexander-Arnold justru memunculkan spekulasi mengenai posisinya di tim utama. Jimenez yang berusia 21 tahun kembali menjadi starter, mengungguli Alexander-Arnold dan Dani Carvajal yang masih memulihkan diri dari cedera lutut.
Media Spanyol, Sport, melaporkan bahwa kamera televisi menyorot Alexander-Arnold di bangku cadangan dengan ekspresi datar dan kebingungan. Situasi ini mencerminkan kekecewaan yang dirasakannya.
Sumber dekat pemain mengungkapkan kepada The Athletic bahwa Alexander-Arnold merasa frustrasi karena diabaikan pelatih Alvaro Arbeloa. Padahal, ia telah bekerja keras dalam latihan untuk memulihkan kondisinya.
Real Madrid menunjuk Arbeloa sebagai pelatih kepala pada Januari lalu, menggantikan Xabi Alonso. Sejak saat itu, kesempatan bermain Alexander-Arnold sangat terbatas, membuat adaptasinya di Santiago Bernabeu jauh dari harapan.
Meski begitu, media Spanyol AS menegaskan bahwa tidak benar jika Arbeloa tidak menyukai Alexander-Arnold. Klub juga tidak berencana menjualnya, terlepas dari minimnya menit bermain.
Dianggap Transfer Gagal
Alexander-Arnold bergabung dengan Real Madrid dari Liverpool pada musim panas 2025 dengan ekspektasi tinggi. Ia diharapkan menjadi pilar penting di sisi kanan pertahanan dan membawa kreativitas dari lini belakang.
Namun, hingga kini kepindahannya justru dinilai gagal dan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam waktu dekat.