Trump Umumkan Selat Hormuz Segera Dibuka dengan Bantuan Negara Lain

Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan segera dibuka, dengan dukungan negara lain. Hal ini dilakukan di tengah negosiasi damai dengan Iran.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali. Trump mengklaim beberapa negara lain siap memberikan bantuan kepada AS dalam upaya pembukaan jalur laut tersebut. Pengumuman ini muncul di tengah ketegangan geopolitik dan dampak pada jalur pasokan energi global.

Meskipun mengakui adanya tantangan besar, Trump kembali menegaskan niatnya untuk membuka Selat Hormuz. Ia tidak menjelaskan secara rinci metode yang akan digunakan AS untuk mengembalikan operasional jalur pelayaran vital tersebut. Hal ini dikutip dari laporan AlJazeera pada Sabtu (11/4/2026).

"Saya akan mengatakan ini: kami akan segera membukanya," ujar Trump. Pernyataan tersebut menandakan komitmen serius pemerintah AS terhadap isu strategis ini, terutama mengingat pentingnya selat tersebut bagi perdagangan global.

Selain itu, Trump juga menolak keras rencana Iran yang berniat mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Iran sebelumnya mengutarakan niatnya untuk menarik biaya demi keamanan pelayaran, bahkan jika kesepakatan damai dengan AS tercapai.

Menurut Trump, AS tidak akan mengizinkan pungutan tersebut berlaku. "Jika mereka melakukan itu, kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi," tambahnya, menunjukkan sikap tegas pemerintah AS.

Prioritas utama dalam setiap kesepakatan damai dengan Iran, seperti ditekankan oleh Trump, adalah memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir. Ia meyakini, jika tujuan ini tercapai, Selat Hormuz secara otomatis akan kembali berfungsi normal.

Meski gencatan senjata dua minggu telah diumumkan antara AS dan Iran, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan masih nyaris terhenti, mengganggu sekitar 20% aliran minyak dan gas dunia. Kondisi ini memberikan tekanan signifikan pada pasar energi global.

Data pelayaran menunjukkan penurunan drastis; hanya dua kapal yang melintas pada Jumat, berkurang dari lima kapal sehari sebelumnya. Sejak gencatan senjata dimulai, hanya 22 kapal yang berhasil keluar dari selat tersebut, jauh di bawah rata-rata normal sekitar 135 kapal per hari sebelum konflik.

Lebih dari 600 kapal, termasuk 325 kapal tanker, masih tertahan di kawasan Teluk akibat blokade tersebut. Untuk mencari solusi permanen bagi konflik ini, Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dijadwalkan memimpin perundingan di Islamabad pada Sabtu, dilansir dari Detik Finance.

Recommended