Bank Indonesia Pernah Terbitkan Dua Pecahan Uang Kertas Gambar Kartini

Bank Indonesia tercatat pernah merilis dua pecahan uang kertas berbeda dengan gambar pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini pada tahun 1953 dan 1985.

Bank Indonesia (BI) memperingati Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, dengan mengenang sejarah sosok Raden Ajeng Kartini yang pernah diabadikan dalam dua pecahan uang kertas rupiah yang berbeda. Pahlawan emansipasi perempuan tersebut tercatat muncul pada uang pecahan Rp5 tahun emisi 1952 dan pecahan Rp10.000 tahun emisi 1985.

Dilansir dari Detik Finance, uang pecahan Rp5 bergambar Kartini merupakan bagian dari seri tokoh dan kebudayaan yang menjadi seri pertama cetakan Bank Indonesia. Meskipun telah disiapkan sejak tahun 1952, uang tersebut baru resmi diedarkan pada 2 Juli 1953 setelah Undang-Undang mengenai BI disahkan.

Visualisasi pada uang Rp5 tahun 1953 menampilkan gambar Kartini mengenakan kebaya dengan rambut disanggul pada sisi depan sebelah kiri. Uang berbahan kertas ini memiliki dimensi persegi panjang dengan kombinasi warna dominan abu-abu, biru, dan putih serta dilengkapi tanda tangan Gubernur dan Direktur BI.

Pada bagian belakang uang pecahan Rp5 tersebut, terdapat motif pohon rindang berwarna biru dan cokelat yang dihiasi gambar dua ekor ular di bagian bawah. Masa edar uang ini berakhir pada tahun 1961 setelah Bank Indonesia melakukan penarikan secara resmi dari peredaran di masyarakat.

Eksistensi Kartini dalam mata uang nasional berlanjut pada emisi tahun 1985 melalui pecahan Rp10.000. Uang bernilai besar pada masanya itu menampilkan potret Kartini sebagai identitas utama sebelum akhirnya resmi ditarik oleh pihak otoritas moneter pada tahun 1995.

Kementerian Budaya menjelaskan bahwa selain sebagai bentuk penghormatan atas semangat kesetaraan dan anti-feodalisme, pencantuman wajah Kartini menegaskan perannya sebagai pembuka jalan pemikiran modern di Indonesia. Sosoknya dinilai menjadi rujukan nasional meski tidak memimpin massa di garis depan peperangan fisik.

Recommended