UEFA Beri Sanksi Enam Laga kepada Gianluca Prestianni Akibat Pelecehan

Pemain Benfica Gianluca Prestianni dihukum larangan bermain enam laga oleh UEFA setelah terbukti melakukan tindakan homofobia terhadap Vinicius Jr.

Badan sepak bola Eropa UEFA menjatuhkan sanksi larangan bertanding sebanyak enam pertandingan kepada pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, pada April 2026. Keputusan ini diambil setelah penyelidikan mendalam terhadap insiden yang melibatkan bintang Real Madrid, Vinicius Jr., dalam laga playoff Liga Champions pada Februari lalu.

Hukuman tersebut diberikan setelah Komite Kontrol, Etik, dan Disiplin UEFA menyatakan Prestianni terbukti melakukan tindakan bernuansa homofobia di lapangan. Berdasarkan laporan dari media Bola, insiden bermula saat Vinicius Jr. melaporkan adanya pelecehan kepada wasit tak lama setelah ia mencetak gol tunggal kemenangan Madrid di Lisbon.

Situasi sempat memanas di stadion ketika wasit memutuskan untuk mengaktifkan protokol anti-rasisme yang mengakibatkan pertandingan terhenti selama sekitar 10 menit. Gianluca Prestianni tertangkap kamera menutupi mulutnya menggunakan jersey saat berbicara kepada Vinicius Jr., meski kemudian ia membantah telah melakukan tindakan rasisme.

Dari total enam laga hukuman, Prestianni telah menjalani satu laga sanksi sementara pada leg kedua melawan Real Madrid. UEFA juga menetapkan bahwa tiga pertandingan terakhir dari total sanksi tersebut ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun.

Penetapan kategori pelanggaran sebagai tindakan homofobia ini dikonfirmasi sejalan dengan kesaksian gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni. "Insiden tersebut tidak dapat diterima, terlepas dari perdebatan soal kata-kata yang digunakan," ujar Aurelien Tchouameni, pemain Real Madrid.

Presiden FIFA Gianni Infantino juga menanggapi serius fenomena pemain yang menutupi mulut saat terlibat konfrontasi fisik atau verbal di lapangan. Dalam wawancaranya bersama Sky News, Infantino mengusulkan agar tindakan menutupi mulut saat bertengkar di lapangan langsung diganjar kartu merah oleh wasit.

Keputusan UEFA ini menuai diskusi publik karena durasi hukuman dianggap lebih ringan dibandingkan sanksi minimal 10 laga untuk kasus rasisme. Prestianni secara efektif akan absen dalam dua pertandingan awal kompetisi klub Eropa bersama Benfica pada musim mendatang.

Sebagai langkah lanjutan, UEFA telah mengajukan permohonan kepada FIFA agar sanksi terhadap pemain berusia 20 tahun tersebut berlaku secara global. Hal ini bertujuan agar hukuman tetap berjalan meski sang pemain sedang memperkuat tim nasional Argentina di turnamen internasional.

Recommended