Ultras AC Milan Tuntut CEO Giorgio Furlani Mundur Usai Kekalahan

Suporter AC Milan menuntut pengunduran diri CEO Giorgio Furlani setelah I Rossoneri kalah 2-3 dari Atalanta di San Siro pada Senin (11/5/2026).

Kelompok suporter militan AC Milan melakukan aksi protes besar-besaran dan menuntut CEO klub, Giorgio Furlani, untuk segera meletakkan jabatannya setelah kekalahan 2-3 dari Atalanta di Stadion San Siro pada Senin (11/05/2026) dini hari WIB. Ketegangan memuncak dipicu oleh performa buruk tim yang mengancam peluang mereka untuk lolos ke kualifikasi Liga Champions musim mendatang.

Kekalahan tipis tersebut memperburuk catatan I Rossoneri yang telah menderita empat kekalahan dalam enam pertandingan terakhir di kompetisi Serie A. Dilansir dari Bola, hasil minor ini membuat posisi AC Milan tertahan di peringkat keempat klasemen dengan raihan 67 poin, hanya unggul catatan head-to-head dari AS Roma yang membayangi di posisi kelima.

Kericuhan di tribun semakin menjadi-jadi setelah kamera pertandingan menangkap momen Giorgio Furlani tampak tersenyum di tribune saat ultras Curva Sud meneriakkan kritik tajam. Potongan gambar tersebut memicu gelombang amarah di media sosial karena dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian manajemen terhadap keterpurukan klub.

Menanggapi kontroversi yang viral tersebut, sang CEO segera memberikan klarifikasi mengenai ekspresi wajahnya yang menjadi sorotan publik. Furlani membantah bahwa dirinya meremehkan situasi sulit yang sedang dihadapi oleh tim asuhan Stefano Pioli tersebut.

"Itu hanyalah ekspresi stres. Ketegangannya sangat tinggi, terutama mengingat besarnya taruhan dalam pertandingan tersebut," ujar Giorgio Furlani, CEO AC Milan seperti dilaporkan oleh Football Italia.

Di dalam stadion, atmosfer pertandingan berubah drastis ketika Milan tertinggal 0-3 hanya dalam waktu 53 menit pertandingan berjalan. Sebagian besar anggota Curva Sud memilih untuk mengosongkan stadion lebih awal sebagai bentuk boikot dan kekecewaan terhadap manajemen serta para pemain.

Suporter yang masih bertahan justru menyuarakan kerinduan mereka terhadap mantan direktur teknik klub, Paolo Maldini, melalui nyanyian di tribun. Setelah peluit panjang dibunyikan, sejumlah massa juga dilaporkan berkumpul di gerbang luar stadion guna mencegat bus pemain, meski aparat keamanan tidak memberikan izin untuk pertemuan langsung tersebut.

Recommended