VAR Anulir Gol, Frenkie de Jong Sebut Barcelona Dirugikan

Frenkie de Jong mengungkapkan kekecewaannya atas dianulirnya gol Pau Cubarsi saat Barcelona kalah dari Atletico Madrid di Copa del Rey.

Kekecewaan mendalam dirasakan gelandang FC Barcelona, Frenkie de Jong, usai gol Pau Cubarsi ke gawang Atlético Madrid dianulir oleh VAR. De Jong bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai sebuah "skandal".

Barcelona menelan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid dalam pertandingan yang berlangsung di Metropolitano, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini memperburuk rasa frustrasi De Jong terhadap keputusan kontroversial tersebut.

Menurut De Jong, tayangan ulang pertandingan dengan jelas menunjukkan tidak adanya pelanggaran offside.

"Saya melihat gambarnya setelah pertandingan dan Anda bisa dengan jelas melihat tidak ada offside. Dalam gambar yang ditayangkan di televisi terkait offside itu, Anda tidak bisa melihat momen sentuhan dengan bola, lalu Anda melihat gambar saat Fermín menembak dan bek berada satu meter di belakang Robert. Saya pikir itu sangat aneh," ujar De Jong.

Gol Cubarsi tercipta pada awal babak kedua dan seharusnya memperkecil jarak menjadi 1-4. Namun, penundaan selama delapan menit untuk pemeriksaan VAR membuat gol tersebut akhirnya dibatalkan.

Kontroversi semakin memuncak dengan penundaan selama delapan menit sebelum keputusan akhir diambil. Para pemain Barcelona terlihat kebingungan menunggu kepastian, sementara pendukung tuan rumah terus bersorak.

De Jong berpendapat bahwa wasit utama tidak sepenuhnya bersalah, karena keputusan akhir berada di tangan VAR yang memiliki akses terhadap seluruh tayangan ulang.

"Dia, Martínez Munuera, tidak bisa berbuat banyak karena dia juga menunggu. Dia tidak memiliki gambar atau video itu. Namun, VAR memilikinya. Gambar yang saya lihat, jika itu bukan AI, yang sekarang Anda bahkan tidak bisa lagi membedakannya… Jika itu memang fotonya, ini adalah skandal karena sangat jelas," tegasnya.

Pernyataan De Jong mencerminkan keraguan besar terhadap proses pengambilan keputusan yang dianggapnya tidak transparan.

Kekecewaan Barcelona tidak hanya berhenti pada gol yang dianulir. Mereka juga menyoroti tidak adanya kartu merah untuk Giuliano Simeone yang melakukan dua tekel buruk terhadap Alejandro Balde.

Situasi ini membuat Barcelona merasa dirugikan dalam beberapa momen krusial pertandingan. Kombinasi gol yang dibatalkan dan keputusan disiplin yang dianggap lunak semakin memperkeruh suasana laga.

Kontroversi ini dipastikan akan terus menjadi bahan perdebatan, terutama terkait konsistensi penggunaan VAR dalam pertandingan-pertandingan besar La Liga musim ini.

Sumber: Barca Blaugranes

Recommended