Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya resmi mengukuhkan sebanyak 2.962 lulusan dalam prosesi Wisuda Sarjana ke-87 dan Pascasarjana ke-61 yang berlangsung pada Mei 2026 di Jakarta. Dalam momentum tersebut, universitas juga meluncurkan inovasi ijazah digital sebagai langkah nyata transformasi layanan akademik berbasis teknologi.
Sebanyak ribuan lulusan tersebut kini memulai perjalanan baru untuk berkontribusi di masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai kompetensi. Sebagaimana dilansir dari Medcom, pengukuhan ini mengusung tema "Bangga Atma: Berkarya dan Berdampak Nyata!" yang menekankan pentingnya kontribusi sosial bagi bangsa.
"Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang telah diperoleh memiliki makna dan manfaat bagi masyarakat," ujar Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), dalam pidatonya di hadapan para wisudawan.
Pada tahun 2026, Unika Atma Jaya mencatatkan prestasi dengan menempati posisi Top 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Lembaga ini juga masuk dalam jajaran tiga besar perguruan tinggi swasta terbaik nasional versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026.
Khusus di bidang kesehatan, universitas ini berhasil menduduki peringkat pertama perguruan tinggi swasta di Indonesia untuk bidang Kedokteran dan Kesehatan. Kesiapan kerja lulusannya pun diakui melalui pencapaian Top 10 perguruan tinggi dengan tingkat kesiapan kerja terbaik versi QS World University Rankings 2026.
Peningkatan standar internasional dibuktikan dengan raihan akreditasi global seperti FIBAA untuk program studi Hukum dan ASIIN untuk Bioteknologi serta Teknologi Pangan. Selain itu, program studi Akuntansi dan Manajemen telah mendapatkan pengakuan internasional dari ACCA dan AUN-QA.
Selama periode 2025 hingga awal 2026, mahasiswa universitas ini juga menorehkan prestasi di ajang internasional, termasuk meraih medali perak pada Siriraj International Microbiology, Parasitology, and Immunology Competition (SIMPIC) di Thailand. Partisipasi global diperkuat dengan adanya 500 mahasiswa dalam program outbound dan 1.300 mahasiswa asing dalam program inbound.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Unika Atma Jaya telah menyalurkan beasiswa senilai lebih dari Rp41 miliar sepanjang tahun 2025. Dana bantuan pendidikan tersebut diberikan kepada lebih dari 2.100 mahasiswa yang berasal dari 27 provinsi di seluruh Indonesia.
Pihak universitas juga terus mendorong inisiatif Green Campus melalui penyediaan fasilitas ramah lingkungan dan riset berkelanjutan. Perwakilan lulusan Ilmu Komunikasi, Nadia Gabriele Davita Suwarto, menekankan bahwa lulusan harus menjadi agen perubahan yang peduli terhadap pelestarian ruang terbuka hijau di masa depan.