Raksasa teknologi Xiaomi menjadwalkan peluncuran model kendaraan listrik terbaru YU7 GT di China pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari penguatan lini produk otomotifnya. Model ini dikembangkan melalui kolaborasi strategis dengan para insinyur dari Eropa guna menyeimbangkan aspek performa tinggi dan kenyamanan berkendara.
Kehadiran YU7 GT mengikuti kesuksesan varian sebelumnya, YU7, yang berhasil mencatatkan 200.000 pesanan dalam beberapa menit setelah dirilis. Dilansir dari Detik iNET, pertumbuhan pesat ini merupakan kelanjutan dari momentum Xiaomi yang baru terjun ke industri otomotif pada tahun 2024 melalui peluncuran SU7.
Strategi merek asal China ini sangat menitikberatkan pada performa teknis kendaraan. Salah satu contohnya adalah SU7 Ultra yang mampu dipacu dari kecepatan 0 hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari dua detik, dengan kecepatan puncak mencapai 350 km/jam.
Aktivitas produksi di pabrik mobil listrik Xiaomi yang berlokasi di Beijing beroperasi dengan efisiensi tinggi, di mana satu unit kendaraan selesai dirakit setiap 76 detik. Fasilitas ini menerapkan sistem integrasi vertikal yang menggabungkan manufaktur, penelitian, pengujian, serta layanan pelanggan dalam satu lokasi.
Tingkat otomatisasi di beberapa area perakitan pabrik tersebut dilaporkan telah melampaui 90 persen dengan dukungan lebih dari 700 robot. Untuk menjamin kualitas produk, Xiaomi menggunakan sistem inspeksi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memiliki akurasi tinggi dalam mendeteksi cacat produksi.
Xiaomi juga menerapkan konsep ekosistem "Human x Car x Home" untuk menghubungkan kendaraan dengan perangkat pintar lainnya melalui sistem operasi HyperOS. Langkah ini mengintegrasikan perangkat keras dan lunak agar mobil menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup digital pengguna.
"Xiaomi adalah contoh klasik ke mana arah suatu produk selanjutnya. Mobil menjadi produk lain di dalam kehidupan rumah, pekerjaan, maupun waktu luang kita," kata James Pearson, pendiri dan CEO Lionheart.
Setelah menguasai pasar domestik, Xiaomi berencana memulai ekspansi ke pasar internasional secara resmi pada tahun 2027. Jerman diproyeksikan menjadi pasar luar negeri pertama yang disasar oleh perusahaan setelah pembukaan Pusat Desain dan R&D EV di Munich pada 2025.
Pusat riset di Munich tersebut dipimpin oleh mantan eksekutif BMW, Rudolf Dittrich, untuk menyesuaikan spesifikasi kendaraan dengan standar regulasi dan infrastruktur di Eropa. Tim ini berfokus pada adaptasi teknis agar produk mereka sesuai dengan preferensi konsumen di wilayah tersebut.
"Xiaomi melakukan pendekatan tersebut dengan sangat metodologis, dan mengandalkan data. Kami mencoba untuk mendapatkan wawasan pelanggan sebanyak mungkin," ujar Rudolf Dittrich dalam ajang Auto China 2026.