6 Negara Beri Dukungan pada Serangan Israel-AS ke Iran

Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran mendapat respons dari berbagai negara, termasuk dukungan dari enam negara berikut.

Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu reaksi global. Sebagian besar sekutu Barat dan negara-negara Teluk menyatakan dukungan atau pemahaman atas tindakan militer tersebut, meskipun dengan tingkat yang berbeda.

Enam negara secara terbuka memberikan dukungan terhadap serangan Israel-AS ke Iran. Berikut adalah daftar negara-negara tersebut:

1. Inggris

Meskipun tidak terlibat dalam serangan ofensif awal, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa pemerintahnya mengizinkan AS menggunakan pangkalan militer Inggris untuk operasi pertahanan. Keputusan ini diambil untuk melindungi 300.000 warga negara Inggris di Timur Tengah dan membela sekutu yang menjadi korban serangan Iran.

"Kemarin malam, kami mengambil keputusan untuk menerima permintaan baru tersebut guna mencegah Iran menembakkan rudal ke seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat," kata Starmer dikutip dari laman hansard.parliament.uk, Rabu, 4 Maret 2026.

2. Prancis

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, menyatakan kesiapan negaranya untuk berpartisipasi dalam pertahanan negara-negara sekutu yang menjadi sasaran serangan Iran. Prancis menyampaikan solidaritas penuh kepada Arab Saudi, UEA, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Jordan yang diserang tanpa provokasi.

Meskipun mengkritik kurangnya mandat Dewan Keamanan PBB dalam serangan awal AS-Israel, Prancis tidak secara langsung mengecam aksi tersebut dan menyatakan kepuasan atas tewasnya Khamenei.

"Kepada teman-teman kita yang telah sengaja menjadi sasaran rudal dan drone dari Garda Revolusi dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania, Prancis menyampaikan dukungan dan solidaritas penuhnya," kata Barrot dari laman Euro News.

3. Arab Saudi

Arab Saudi mengonfirmasi bahwa Riyadh dan wilayah timur negara itu menjadi target serangan Iran. Pemerintah Arab Saudi menyatakan kesiapannya membalas serangan tersebut untuk mempertahankan keamanan wilayah dan melindungi warganya.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman menghubungi para pemimpin UEA, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Jordan untuk menegaskan solidaritas penuh Arab Saudi.

4. Uni Emirat Arab

UEA menegaskan hak penuh dan sah untuk menanggapi serangan dengan cara yang melindungi kedaulatan, keamanan nasional, dan integritas wilayahnya, serta menjamin keselamatan warga negara dan penduduknya, sesuai dengan hukum internasional. UEA tidak akan mentolerir kompromi apa pun terhadap keamanan atau kedaulatannya.

5. Kuwait

Kuwait mengecam serangan Iran yang dianggap melanggar kedaulatan negaranya. Kementerian Luar Negeri Kuwait menegaskan hak penuh untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB sebagai tanggapan atas agresi tersebut.

6. Bahrain

Bahrain menyebut serangan Iran sebagai ancaman serius terhadap keselamatan warga sipilnya dan aktif mencegat rudal yang masuk ke wilayahnya. Negara ini meminta komunitas internasional untuk mengutuk serangan Iran.

Bahrain menegaskan kembali hak negara-negara untuk merespons dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga kedaulatan, keamanan, stabilitas, serta keselamatan warga negaranya, berkoordinasi dengan sekutu dan mitranya.

Recommended