Adrian Durham Sarankan Max Dowman Tinggalkan Arsenal Demi Karier

Presenter talkSPORT, Adrian Durham, menyarankan Max Dowman untuk meninggalkan Arsenal. Durham khawatir masa depan sang pemain muda akan terhambat di klub.

Masa depan Max Dowman di Arsenal menjadi sorotan setelah presenter talkSPORT, Adrian Durham, secara terbuka menyarankan pemain muda itu untuk segera meninggalkan klub. Durham meyakini langkah tersebut penting demi menyelamatkan karier Dowman yang menjanjikan, seperti dilansir dari Bola.

Dowman sebelumnya mencuri perhatian publik setelah menorehkan sejarah sebagai pencetak gol termuda di Liga Inggris. Gol tersebut tercipta saat ia membantu Arsenal meraih kemenangan 2-0 atas Everton pada awal bulan ini. Penampilan gemilang itu memicu ekspektasi tinggi, bahkan disebut-sebut berpotensi mengorbankan pendidikan demi mengejar peluang tampil di Piala Dunia 2026.

Menurut Durham, situasi di Arsenal dinilai kurang menguntungkan bagi perkembangan sang pemain, terutama jika peluang menembus timnas senior masih membutuhkan waktu. Meskipun cedera Noni Madueke mungkin membuka kesempatan, Durham berpendapat bahwa Dowman akan lebih baik jika melanjutkan karier di klub lain.

Ia mencontohkan nasib dua alumni akademi Hale End Arsenal lainnya, Ethan Nwaneri dan Myles Lewis-Skelly. Keduanya sempat mencuri perhatian namun kini perannya justru mengalami penurunan. Nwaneri kini dipinjamkan ke Marseille tanpa klausul pemanggilan kembali, sedangkan Lewis-Skelly hanya menjadi pilihan ketiga di posisi bek kiri dan kehilangan tempat di Timnas Inggris.

Kritik terhadap Kebijakan Klub

Durham secara tegas menyatakan, "Max Dowman harus meninggalkan Arsenal secepat mungkin." Ia menyoroti kemunduran karier Lewis-Skelly di bawah asuhan Mikel Arteta, bahkan menyebut Lewis-Skelly bukan lagi pilihan ketiga di bek kiri. "Piero Hincapie dan Riccardo Calafiori berada di depannya di final Wembley," tambah Durham, menyoroti bahwa Lewis-Skelly dulunya adalah gelandang di tim muda dan mencapai final Piala Pemuda di posisi itu.

Kondisi lini tengah Arsenal juga tak luput dari kritik Durham. "Dengan Martin Zubimendi yang tampil seperti pemain kasta ketiga, statistik Declan Rice yang buruk, dan Mikel Merino cedera, Lewis-Skelly tetap tidak mendapat kesempatan. Dia hanya pilihan ketiga di bek kiri. Jelas dia akan pergi," ulasnya.

Perlakuan terhadap Nwaneri juga menjadi sorotan. Durham menyebut Nwaneri digunakan untuk meningkatkan citra Arteta, seolah menunjukkan bahwa sang pelatih memberi kesempatan pada pemain muda. Namun, saat musim perebutan gelar, Nwaneri justru dipinjamkan tanpa klausul pemanggilan kembali. "Itu bentuk tidak menghormati," tegas Durham.

Sinyal untuk Dowman

Bagi Durham, situasi ini menjadi sinyal jelas untuk Dowman. "Dia harus melihat ini dan sadar bahwa dia hanya bagian dari pencitraan Arteta. Semua tentang Arteta, bukan tentang Dowman," tuturnya. Durham memperingatkan bahwa jika Dowman tetap bertahan, Arteta akan terus membeli pemain sayap kanan hingga Dowman menyadari bahwa ia tidak benar-benar diinginkan.

Kesulitan Dowman menembus tim utama juga menjadi perhatian. "Bukayo Saka tidak akan tergeser. Madueke pun bermain di final piala seperti tidak tahu apa itu sepak bola, tapi tetap di depan Dowman. Mereka semua ada di posisinya," terang Durham.

Durham bahkan mempertanyakan keputusan Arteta yang tidak memainkan Dowman di final Carabao Cup. "Arsenal sedang kesulitan di final itu. Mereka butuh sesuatu yang spesial, tapi Arteta tidak memasukkan Dowman. Dia tidak memainkan pemain muda yang sebelumnya menyelamatkan Arsenal saat melawan Everton di Liga Inggris," cetusnya.

Kualitas dan Kebijakan Transfer Arsenal

Lebih lanjut, Durham mengkritik kualitas Arsenal secara keseluruhan. "Final itu membuktikan apa yang banyak orang pikirkan, Arsenal tidak sebaik itu. Mereka bisa juara bukan karena istimewa, tapi karena tim lain tampil di bawah standar."

Kebijakan transfer Arsenal juga dikritik karena lebih memilih mengeluarkan uang besar untuk Eberechi Eze atau memainkan Kai Havertz di posisi nomor 10, daripada memberi kesempatan kepada Nwaneri. Durham menutup pernyataannya dengan pesan langsung kepada Dowman.

"Max Dowman, jangan mengikuti jalan mereka. Lupakan klub yang didukung keluargamu, itu tidak penting sekarang. Pikirkan kariermu dan cari tempat yang sesuai dengan bakatmu. Barcelona, Real Madrid, ke mana pun. Cari pelatih yang bisa mengeluarkan kemampuan terbaikmu dan membawamu menuju kesuksesan. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik daripada Arsenal," pungkas Durham.

Recommended