Ajang All England 2026 diwarnai hasil kontras bagi dua tunggal Indonesia. Putri Kusuma Wardani berhasil mengamankan tempat di perempat final, sementara Jonatan Christie harus mengakhiri langkahnya lebih awal.
Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Lin Chun-Yi (Chinese Taipei) dalam dua set langsung, dengan skor 19-21 dan 12-21. Lawannya menunjukkan permainan agresif dan mampu mendikte tempo sepanjang pertandingan.
Jonatan mengakui keunggulan lawannya. "Puji Tuhan tetap bersyukur walau hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan. Saya rasa sudah melakukan yang terbaik. Lin Chun-Yi bermain sangat baik hari ini, sementara saya beberapa kali sedikit miss dalam penerapan strategi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Lin Chun-Yi bermain lebih cepat dan memiliki variasi pukulan yang menyulitkan untuk diantisipasi. Jonatan juga menampik anggapan bahwa kekalahannya disebabkan oleh jeda turnamen yang lama.
Kabar baik datang dari Putri Kusuma Wardani, unggulan keenam, yang berhasil mengalahkan wakil Korea Selatan, Kim Ga-eun, dalam dua set langsung dengan skor 25-23 dan 21-15.
Putri mengungkapkan kepuasannya atas performanya, meskipun sempat merasakan kelelahan akibat format pertandingan sebelumnya yang hanya dimainkan hingga 11 poin. "Untuk keseluruhan saya cukup puas dengan main hari ini. Tapi karena di pertandingan pertama hanya bermain sampai 11 poin, tadi masih agak sedikit engap. Kim Ga-eun juga bermain sangat baik dan tidak gampang mati," ujar Putri.
Di babak perempat final, Putri berpotensi berhadapan dengan unggulan utama asal Korea Selatan, An Se-young. Ia mengaku siap menghadapi tantangan tersebut tanpa beban.
"Kalau bertemu An Se Young saya ingin bermain nothing to lose. Saya juga penasaran karena sudah sering bertemu tapi baru bisa mengambil satu gim. Saya tidak mau banyak berpikir, yang penting sebelum shuttlecock jatuh harus dikejar," ujarnya.
Putri menutup pernyataannya dengan mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali tampil di turnamen bergengsi All England dengan dukungan penonton yang meriah. "Senang bisa kembali ke All England. Penontonnya ramai sejak hari pertama jadi rasanya berbeda," tutupnya.