Alvaro Arbeloa Alami Lebih Banyak Kekalahan daripada Xabi Alonso di Real Madrid

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mencatat enam kekalahan dalam 19 pertandingan, melampaui rekor Xabi Alonso dalam jumlah laga yang lebih sedikit.

Masa depan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid mulai diselimuti ketidakpastian, meskipun ia baru ditunjuk pada Januari lalu. Spekulasi yang beredar mengindikasikan manajemen klub tidak akan memperpanjang kontraknya, terutama setelah serangkaian hasil kurang memuaskan, seperti dilansir dari Bola.

Arbeloa mengambil alih posisi pelatih setelah Xabi Alonso berpisah dengan Real Madrid melalui kesepakatan bersama, menyusul kekalahan di final Piala Super Spanyol dari Barcelona. Awalnya, era kepelatihan Arbeloa menunjukkan tanda-tanda menjanjikan.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, performa Los Blancos terus menurun. Situasi ini membuat Real Madrid kini tertinggal empat poin dari Barcelona dalam perburuan gelar La Liga.

Mantan bek Real Madrid, Ivan Helguera, secara terbuka menyampaikan kritik terhadap keputusan klub menunjuk Arbeloa sebagai pengganti Alonso. Menurut Helguera, pemecatan Alonso sendiri sudah dianggap tidak masuk akal.

Jika pergantian pelatih memang harus dilakukan, Helguera menilai Madrid seharusnya memilih pelatih yang lebih berpengalaman. "Tidak masuk akal memecat Xabi Alonso. Jika Anda memecatnya, Anda harus membawa pelatih berpengalaman ke ruang ganti untuk menghadapi situasi seperti ini," kata Helguera.

"Sejak awal Anda langsung menunjuk pelatih muda yang belum pernah melatih di La Liga. Saya tidak berpikir Arbeloa adalah sosok yang tepat untuk situasi seperti ini. Real Madrid tidak bisa bereksperimen di bangku cadangan pada momen yang begitu sensitif," tambahnya.

Real Madrid Diminta Belajar dari Barcelona

Selain menyoroti keputusan pelatih, Helguera juga mengkritik kebijakan Real Madrid terkait pengelolaan akademi. Menurutnya, klub ibu kota Spanyol itu tertinggal dari Barcelona dalam hal memaksimalkan potensi pemain muda.

“Fakta bahwa Barcelona memiliki akademi yang hebat membuat segalanya lebih mudah bagi mereka. Itu adalah sesuatu yang harus dipelajari Real Madrid,” ujarnya. Helguera juga menambahkan bahwa Barcelona memiliki identitas permainan yang jelas karena filosofi klub tetap terjaga, siapa pun pelatihnya.

“Seorang pelatih datang dan bermain dengan satu cara, lalu pelatih berikutnya datang dengan gaya yang berbeda. Itu tidak terjadi di Barcelona. Di sana pelatih yang harus beradaptasi,” ungkap Helguera.

Mental Juara Los Blancos dan Perbandingan Statistik

Meski demikian, Helguera tetap mengakui bahwa mental juara yang dimiliki Real Madrid menjadi salah satu keunggulan dibandingkan rival abadinya tersebut. “Mungkin mental pemenang itu sedikit kurang di Barcelona, sementara itu adalah hal yang selalu dimiliki Real Madrid. Namun saya sangat menyukai cara Barcelona mengelola akademinya, itu luar biasa,” kata Helguera.

Performa Arbeloa semakin menjadi sorotan setelah Real Madrid menelan kekalahan 1-2 dari Bayern Munchen pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (8/4) dini hari WIB, seperti dikutip dari Liputan6. Kekalahan ini menambah catatan buruk Arbeloa.

Gol dari Luis Diaz pada menit ke-41 dan Harry Kane pada menit ke-46 membuat tim tamu unggul, sementara gol balasan Kylian Mbappe pada menit ke-74 tidak cukup untuk menghindarkan Madrid dari kekalahan. Hasil ini menempatkan Madrid dalam tekanan besar untuk leg kedua di Allianz Arena.

Menurut catatan statistik, kekalahan dari Bayern Munchen adalah kekalahan keenam yang diderita Madrid di bawah asuhan Alvaro Arbeloa, yang diraih hanya dalam 19 pertandingan. Ini adalah rekor yang lebih buruk dibanding pelatih sebelumnya, Xabi Alonso, yang menelan kekalahan kelima pada pertandingan ke-28.

Artinya, Arbeloa mencapai jumlah kekalahan yang sama dengan Alonso dalam sembilan pertandingan lebih sedikit. Sebelum Bayern, Madrid juga kalah dari Albacete di Copa del Rey, Benfica di Liga Champions, serta Osasuna, Getafe, dan Real Mallorca di La Liga.

Tuntutan Kartu Merah dan Kontroversi Wasit

Setelah kekalahan dari Bayern Munchen, Alvaro Arbeloa melontarkan kritik tajam terhadap wasit Michael Oliver. Ia menyebut ada dua "keputusan yang tidak bisa dimengerti" yang merugikan timnya.

Pertama adalah kartu kuning Aurelien Tchouameni pada menit ke-36 yang membuatnya absen di leg kedua. Arbeloa juga menuntut kartu merah untuk Jonathan Tah setelah tekel agresif terhadap Kylian Mbappe pada menit ke-71, yang hanya diganjar kartu kuning oleh Oliver.

Recommended