Era kepelatihan Alvaro Arbeloa di Real Madrid menunjukkan peningkatan performa signifikan setelah awal yang kurang mulus. Sempat tersingkir dari Copa del Rey akibat kekalahan dari Albacete, Real Madrid kemudian mengamankan keunggulan atas Benfica di Liga Champions dan merebut puncak klasemen La Liga dari Barcelona.
Arbeloa mencatatkan start sempurna di La Liga dengan lima kemenangan beruntun sejak mengambil alih kursi pelatih. Capaian ini menempatkannya sejajar dengan beberapa nama besar dalam sejarah kepelatihan Real Madrid.
Hanya Xabi Alonso dan Vanderlei Luxemburgo yang memiliki catatan lebih baik. Alonso mencatatkan enam kemenangan beruntun, sementara Luxemburgo memegang rekor tujuh kemenangan berturut-turut di awal 2005.
Secara statistik, awal kepelatihan Arbeloa menyamai Luxemburgo. Dalam lima laga pertama, tim Luxemburgo mencetak 13 gol dan kebobolan tiga kali (selisih +10). Tim Arbeloa mencatatkan selisih gol yang sama (+10), dengan 12 gol dan dua kebobolan. Xabi Alonso dikenal lebih solid dalam bertahan, tetapi hanya mencetak delapan gol dalam periode yang sama.
Keseimbangan antara produktivitas dan pertahanan menjadi ciri khas tim Arbeloa.
Peluang Arbeloa Ukir Sejarah Baru
Kemenangan atas Osasuna akan membuat Arbeloa menyamai rekor Alonso. Tiga poin tambahan melawan Getafe akan menyamai rekor Luxemburgo, pencapaian yang bertahan hampir dua dekade.
Dengan enam poin yang dibutuhkan, Arbeloa berpeluang mencatatkan namanya dalam sejarah Real Madrid sebagai salah satu pelatih dengan awal terbaik.