Arema FC Alami Krisis Pemain Bertahan Akibat Cedera

Arema FC kembali menghadapi masalah cedera pemain, terutama di lini belakang, yang mengganggu performa tim di BRI Super League.

Krisis pemain akibat cedera kembali menghantui Arema FC. Pengalaman musim lalu terulang, dengan tiga pemain mengalami cedera parah yang memaksa mereka mengakhiri kompetisi lebih cepat.

Dalam dua musim terakhir, Arema FC selalu menghadapi masalah cedera pemain. Cedera lutut dan tulang menjadi penyebab utama pemain harus naik meja operasi.

Musim ini, Achmad Maulana menjadi pemain pertama yang harus menjalani operasi saat kompetisi baru berjalan tiga pekan. Kemudian, bek asal Brasil, Luiz Gustavo, juga mengalami cedera lutut menjelang akhir putaran pertama dan memilih pulang kampung untuk pemulihan.

Nasib malang juga menimpa pengganti Luiz Gustavo, Walisson Maia. Bek jangkung ini baru bergabung di bursa transfer paruh musim, namun mengalami patah tulang fibula setelah tampil dalam empat pertandingan. Meskipun tidak harus dioperasi, Walisson tetap harus absen selama lebih dari tiga bulan.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyadari bahwa cedera adalah risiko yang tak terhindarkan dalam sepak bola. "Tentu kami kehilangan mereka. Namun, ini sebuah risiko dan tidak ada yang menginginkan hal itu terjadi," kata Marcos Santos.

Cedera panjang yang dialami ketiga pemain tersebut sangat memengaruhi performa Singo Edan. Krisis stoper memaksa pelatih untuk memutar otak dalam menyusun komposisi lini belakang di setiap pertandingan. Ketiga pemain yang cedera merupakan pemain inti.

Musim sebelumnya, tiga pemain Arema FC juga harus naik meja operasi, yaitu Daffa Fahish, Syaeful Anwar, dan Pablo Oliveira. Daffa dan Syaeful bukan pemain utama, namun absennya Pablo Oliveira sangat terasa karena ia merupakan pemain penting di lini tengah.

Tanpa Pablo, performa Arema FC menjadi tidak stabil dan mereka hanya mampu finis di urutan 10. Padahal, manajemen menginginkan Singo Edan bersaing di papan atas.

Manajemen Tidak Langsung Memutus Kontrak

Manajemen Arema FC saat ini menunjukkan sikap yang lebih manusiawi dengan tidak langsung melepas pemain yang mengalami cedera panjang. Daffa Fahish, misalnya, tetap menjadi bagian dari tim hingga kontraknya selesai meskipun cedera sejak pramusim.

Syaeful Anwar menjalani dua kali operasi selama tiga musim bersama Arema FC. Kini, ia bermain di kasta kedua bersama Kendal Tornado FC.

Pablo, Achmad Maulana, Luiz Gustavo, dan Walisson Maia masih menjadi bagian dari Arema FC. Kontrak Pablo sudah diperpanjang setelah operasi pada 2025 dan kini ia mulai mendapat kesempatan bermain. Luiz dan Walisson masih terikat kontrak hingga akhir musim ini dan berpotensi kembali berseragam Arema FC jika masih dibutuhkan.

Situasi ini berbeda dengan 10 tahun lalu, ketika pemain asing Arema, Marcio Teruel, mengalami cedera lutut dan harus menunggu kejelasan nasibnya. Akhirnya, Arema membiayai operasi dan kepulangannya ke Brasil, namun kontraknya diputus lebih cepat.

Recommended