Arema FC berhasil memutus tren positif delapan laga tanpa kekalahan milik Persis Solo setelah memenangkan pertandingan lanjutan BRI Super League 2025/2026 dengan skor 2-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (18/4/2026).
Kemenangan klub berjuluk Singo Edan tersebut ditentukan melalui dua gol yang diborong oleh pemain sayap asal Brasil, Gabriel Silva. Hasil ini membuat tim tamu harus merelakan catatan apik mereka terhenti di pekan kompetisi tersebut.
Dilansir dari Bola, kekalahan ini memberikan dampak signifikan bagi posisi klasemen Laskar Sambernyawa. Persis Solo kini terlempar ke peringkat ke-16 dan kembali masuk ke dalam zona degradasi musim ini.
Perubahan posisi tersebut terjadi seiring dengan kemenangan Madura United atas Persebaya Surabaya pada pekan yang sama. Madura United kini menduduki peringkat ke-14, menggeser posisi Persis di papan bawah.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui bahwa timnya tampil di bawah standar meski sempat mendominasi penguasaan bola. Ia menilai anak asuhnya gagal bermain efektif dan minim menciptakan peluang berbahaya ke gawang lawan.
"Kami tahu ketika datang ke kandang Arema akan menghadapi laga yang tidak mudah. Arema tim kuat. Dan ini merupakan salah satu performa yang paling buruk, karena banyak melakukan kesalahan," ujar Milomir Seslija, pelatih Persis Solo.
Milo juga memberikan apresiasi terhadap disiplin taktik Arema FC yang mampu memanfaatkan setiap kelengahan pemainnya. Menurutnya, serangan cepat yang diperagakan tuan rumah menjadi kunci utama pembeda dalam pertandingan tersebut.
Meskipun kembali ke zona merah, Milo menyatakan tetap optimis menatap sisa kompetisi. Ia menegaskan bahwa selisih satu poin untuk keluar dari zona degradasi harus menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk bangkit.
Persis Solo kini dijadwalkan melakukan analisis mendalam terhadap performa tim untuk memperbaiki ketajaman lini serang. Pertandingan selanjutnya akan menjadi penentu krusial bagi masa depan tim di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.