Mikel Arteta menegaskan bahwa Arsenal kini sepenuhnya fokus pada final EFL Cup atau Piala Carabao melawan Manchester City. Pertandingan penting ini akan digelar di Wembley pada Minggu (22/3/2026) malam WIB.
Arsenal memiliki kesempatan untuk meraih trofi pertama musim ini. Selain itu, kemenangan akan menjaga asa untuk meraih quadruple. Walaupun City punya rekor delapan kemenangan dari sembilan final EFL Cup terakhir, Arteta tetap percaya diri dengan peluang timnya.
Menentukan susunan pemain bukan perkara mudah, karena semua pemain telah berkontribusi selama kompetisi. "Semua pemain terlibat dan ketika Anda sampai di Wembley, sulit untuk tidak memberi kesempatan kepada sebagian dari mereka," ujar Arteta.
Salah satu keputusan penting adalah posisi penjaga gawang, dengan Kepa Arrizabalaga berpeluang tampil. Arteta menegaskan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah melihat kondisi pemain.
Arteta menegaskan bahwa fokus timnya hanya tertuju pada final ini. Hal ini disampaikan di tengah sorotan terhadap persaingan gelar Premier League.
Arteta menegaskan, "Semua persiapan kami dalam 48 jam ke depan hanya untuk tampil sebaik mungkin di Wembley. Saya yakin kami bisa mewujudkannya." Ia juga menyebut laga final sebagai momen penentu, di mana tim harus membuktikan diri layak menjadi juara.
Arteta memiliki rekor yang baik di Wembley bersama Arsenal, baik sebagai pemain maupun pelatih, dengan catatan tak terkalahkan. Ia berharap tren positif ini akan terus berlanjut.
Laga Sengit Menanti
Arsenal melaju ke final usai mengalahkan Chelsea FC, sementara City menyingkirkan Newcastle United. Tim asuhan Arteta ingin mengakhiri puasa trofi, sementara skuad Pep Guardiola berambisi mempertahankan dominasi.
Kabar baik bagi City, Erling Haaland siap tampil, sementara kondisi Martin Ødegaard masih dipantau oleh Arsenal.
Final ini mengingatkan pada pertemuan kedua tim pada tahun 2018, di mana Manchester City menang telak 3-0 berkat gol dari Sergio Agüero, Vincent Kompany, dan David Silva.
Namun, dalam beberapa musim terakhir, Arsenal telah menunjukkan peningkatan dalam menghadapi City. Kesenjangan kualitas yang dulu terasa lebar kini mulai menyempit. Final ini akan menjadi ujian nyata, untuk melihat apakah Arsenal benar-benar siap menantang dominasi City di semua kompetisi.