Dua pesawat angkut milik operasi khusus militer Amerika Serikat dilaporkan dihancurkan di wilayah Iran. Insiden ini terjadi saat misi penyelamatan kru jet tempur F-15E AS yang sebelumnya ditembak jatuh oleh rudal Iran. Bangkai pesawat tersebut berserakan di dataran gurun Provinsi Isfahan, seperti yang ditunjukkan oleh foto dan video media pemerintah Iran.
Salah satu pesawat yang hancur diduga adalah Lockheed Martin C-130, kemungkinan besar varian khusus MC-130J Commando II. Pesawat ini memang dirancang untuk menyusupkan dan menarik pasukan operasi khusus ke area yang dikuasai musuh. Selain itu, ditemukan pula sisa-sisa jenis pesawat rotor, kemungkinan Boeing MH-6 Little Birds, yang dapat dikerahkan dari MC-130J untuk mendukung operasi khusus.
Korps Garda Revolusi Iran pada 5 April menyatakan, "Objek terbang musuh telah dihancurkan dan AS sekali lagi menderita kekalahan yang memalukan." Pesawat-pesawat tersebut terlibat dalam misi penyelamatan perwira kedua Angkatan Udara AS, yang jet tempur F-15E-nya jatuh di atas Iran pada 3 April. Adapun pilot jet F-15E berhasil dievakuasi lebih awal dan diterbangkan keluar dari Iran oleh AU AS tak lama setelah melontarkan diri, dilansir dari Detik iNET.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan keberhasilan evakuasi kru pada 5 April melalui Truth Social. "Kami telah menyelamatkan Anggota/Perwira Kru F-15 yang terluka parah, dan sangat pemberani, dari pedalaman pegunungan Iran," tulis Trump.
Penyebab pasti hancurnya MC-130J tersebut belum jelas. Namun, penjelasan yang paling memungkinkan adalah pesawat tersebut terjebak di pasir lunak setelah mendarat di landasan pacu darurat. Pasukan AS kemudian sengaja menghancurkannya untuk mencegah pesawat jatuh ke tangan Iran.
Lockheed MC-130 dikembangkan dari pesawat angkut Lockheed C-130 Hercules. Misi utamanya meliputi infiltrasi, eksfiltrasi, dan pasokan ulang pasukan operasi khusus, serta pengisian bahan bakar di udara untuk helikopter operasi khusus dan pesawat tilt-rotor.
MC-130E, varian pertama, dikembangkan untuk mendukung misi operasi rahasia selama Perang Vietnam. Delapan belas unit C-130E dimodifikasi menjadi varian ini, dan empat di antaranya hilang akibat kerusakan tempur. Namun, sebagian besar unit lainnya bertugas lebih dari empat dekade setelah modifikasi awal.
Pembaruan berikutnya adalah MC-130H Combat Talon II, yang dikembangkan pada tahun 1980-an dari C-130H dan mulai beroperasi di tahun 1990-an. Dari 24 pesawat seri H yang asli, empat di antaranya hilang dalam operasi.
Varian Combat Shadows awalnya dibuat selama Perang Vietnam untuk operasi pencarian dan penyelamatan. Pada tahun 1980-an, pesawat ini dialihfungsikan menjadi tanker pengisi bahan bakar udara. Unit terakhir dari 24 pesawat ini dipensiunkan pada tahun 2015.
Combat Spear dikembangkan pada tahun 2006 sebagai versi ekonomis dari Combat Talon II. Namun, kemudian dikonfigurasi ulang dan ditetapkan sebagai AC-130W Stinger II pada tahun 2012.
MC-130J, yang mulai beroperasi pada tahun 2011, merupakan varian produksi baru yang secara bertahap menggantikan MC-130 operasi khusus lainnya. Hingga tahun 2023, Angkatan Udara AS telah menerima 57 model MC-130J. Pengiriman terakhir MC-130J kepada USAF dilakukan pada Januari 2025.