Amerika Serikat Sita Kapal Kargo Iran di Teluk Oman

Militer Amerika Serikat menyita kapal kargo Iran Touska di Teluk Oman pada Senin (20/4/2026) setelah melumpuhkan mesin kapal tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyita sebuah kapal kargo milik Iran yang dituduh melanggar blokade di kawasan Teluk Oman pada Senin, 20 April 2026. Tindakan militer ini dilakukan dengan menembak ruang mesin kapal guna melumpuhkan sistem penggeraknya setelah instruksi evakuasi diberikan kepada awak kapal.

Dilansir dari Medcom, kapal bernama Touska tersebut dihentikan oleh kapal perusak rudal berpemandu USS Spruance karena mengabaikan peringatan untuk berhenti. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menguasai kapal tersebut dan sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap muatannya.

Pihak militer Amerika Serikat menyatakan langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari operasi mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Hingga saat ini, pasukan Amerika Serikat dilaporkan telah memaksa sedikitnya 25 kapal komersial untuk berputar balik atau kembali ke pelabuhan asal sejak pemblokiran diberlakukan.

Menanggapi insiden tersebut, komando militer Iran Khatam al-Anbiya menuduh Amerika Serikat telah melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Media pemerintah Iran mengeklaim bahwa kapal Touska merupakan kapal komersial yang sedang dalam perjalanan dari China menuju Iran saat serangan terjadi.

"Pasar minyak bebas atau risiko biaya besar bagi semua pihak," tegas Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammadreza Aref, terkait pembatasan ekspor minyak yang diberlakukan Washington. Iran mengancam akan membalas tindakan yang mereka sebut sebagai aksi pembajakan tersebut, sehingga memicu kekhawatiran batalnya rencana putaran kedua negosiasi damai.

Ketegangan ini memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga 7 persen ke level US$96,85 per barel di pasar global. Konflik yang telah memasuki minggu kedelapan ini kian memanas setelah Iran mengancam akan menyerang fasilitas energi negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai respons balasan.

Di tengah situasi yang tidak menentu, mediator utama Pakistan terus berupaya mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi di Islamabad sebelum masa gencatan senjata berakhir. Namun, otoritas Iran menyatakan enggan melanjutkan pembicaraan selama blokade pelabuhan dan tuntutan dari Washington masih berlangsung.

Recommended