Asing Borong Saham RI Triliunan Rupiah tapi Lepas Saham BBCA, Ini Pemicunya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru saja mencatatkan performa impresif dengan lonjakan tajam sebesar 1,50 persen ke level 8.396,08 pada penutupan perdagangan Senin kemarin. Menariknya, di tengah euforia kembalinya kepercayaan pasar yang ditandai dengan aksi beli bersih (net buy) investor asing mencapai Rp1,14 triliun, saham perbankan raksasa justru mengalami anomali. Tekanan jual terpantau masih membayangi beberapa saham blue chip yang biasanya menjadi primadona penggerak indeks.

Fenomena ini menjadi sorotan para pelaku pasar mengingat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia kembali menyentuh angka psikologis Rp15.000 triliun. Seperti dikutip dari cnbcindonesia.com 24/2/2026, total nilai transaksi harian melonjak hingga Rp24,15 triliun, yang menunjukkan likuiditas pasar sedang dalam kondisi sangat bergairah. Namun, meski arus modal masuk cukup deras di pasar reguler, pergerakan di pasar negosiasi memberikan cerita yang berbeda bagi pemegang saham perbankan tertentu.

Saham BBCA menjadi salah satu yang paling banyak dilepas oleh investor asing di tengah reli IHSG tersebut. Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan investor ritel mengenai arah rotasi sektor yang sedang dilakukan oleh manajer investasi mancanegara. Apakah ini murni aksi ambil untung (profit taking) atau ada strategi rebalancing portofolio yang lebih besar menyusul sentimen global dan domestik yang dinamis di awal tahun 2026 ini?

Tekanan Jual di Tengah Reli IHSG: Mengapa Saham BBCA Dilepas?

Meskipun secara umum pasar sedang dalam tren positif (bullish) dengan 468 saham yang berakhir di zona hijau, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru menempati urutan teratas daftar net foreign sell. Berdasarkan data perdagangan, nilai jual bersih asing pada saham ini mencapai Rp124,1 miliar.

Dominasi Transaksi di Pasar Negosiasi

Hal yang perlu digarisbawahi dari tekanan jual pada saham BBCA adalah sebagian besar transaksi tersebut terjadi di pasar negosiasi, bukan di pasar reguler. Dalam mekanisme bursa, transaksi di pasar negosiasi sering kali mencerminkan kesepakatan strategis antar institusi besar (tukar guling portofolio) atau rebalancing indeks tertentu yang tidak langsung mencerminkan kepanikan publik di pasar reguler.

Daftar 10 Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar

Selain sektor perbankan, beberapa saham di sektor komoditas dan infrastruktur telekomunikasi juga mengalami tekanan serupa. Berikut adalah rincian 10 emiten yang paling banyak dilepas asing:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp124,1 miliar

  2. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) – Rp119,7 miliar

  3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp114,8 miliar

  4. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp60,1 miliar

  5. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) – Rp52,9 miliar

  6. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) – Rp51 miliar

  7. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) – Rp49,9 miliar

  8. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – Rp46,5 miliar

  9. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Rp40,8 miliar

  10. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) – Rp31,1 miliar

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan edukasi. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab penuh masing-masing individu. Pastikan untuk selalu melakukan riset mandiri sebelum bertransaksi di pasar modal.

Recommended