Pertandingan leg pertama 16 besar Liga Champions antara Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur di Civitas Metropolitano, Madrid, Rabu (11-3-2026) dini hari WIB, diwarnai awal laga yang sangat mengejutkan.
Atletico Madrid berhasil membobol gawang Tottenham hingga unggul 4-1 hanya dalam 30 menit pertama. Ini menjadi salah satu awal pertandingan paling dramatis dalam sejarah Liga Champions.
Harapan Tottenham untuk bangkit dari keterpurukan di Premier League sirna. Mereka justru kebobolan empat gol dalam 22 menit awal, sebuah catatan yang menjadi salah satu yang tercepat dalam sejarah Liga Champions.
Menit 6 – Atletico Madrid 1-0 Tottenham (Marcos Llorente)
Debut Antonin Kinsky sebagai kiper muda Tottenham diwarnai mimpi buruk. Ia mencoba membangun serangan dari belakang, namun terpeleset dan kehilangan bola. Julian Alvarez kemudian memberikan umpan kepada Marcos Llorente yang sukses menaklukkan Kinsky.
Menit 14 – Atletico Madrid 2-0 Tottenham (Antoine Griezmann)
Delapan menit berselang, Micky van de Ven terpeleset, memberikan peluang bagi Antoine Griezmann untuk memperlebar keunggulan Atletico. Kinsky kembali menjadi sorotan karena kebobolan.
Situasi Spurs Memburuk
Menit 15 – Atletico Madrid 3-0 Tottenham (Julian Alvarez)
Tekanan terhadap pelatih Spurs, Igor Tudor, semakin meningkat ketika timnya kembali kebobolan. Sentuhan Kinsky yang tidak sempurna dimanfaatkan Alvarez untuk mencetak gol ketiga.
Menit 17 – Kinsky diganti Vicario
Tudor memutuskan untuk mengganti Kinsky dengan Guglielmo Vicario untuk menenangkan situasi. Keputusan ini menuai sorotan karena Tudor tidak memberikan respons apa pun kepada kiper muda tersebut saat meninggalkan lapangan.
Periode Dramatis
Menit 22 – Atletico Madrid 4-0 Tottenham (Robin Le Normand)
Kekacauan Tottenham berlanjut. Alvarez memenangkan tendangan bebas yang dieksekusi oleh Griezmann. Vicario sempat menepis bola, tetapi Robin Le Normand berhasil menyambar bola muntah.
Menit 26 – Atletico Madrid 4-1 Tottenham (Pedro Porro)
Pedro Porro memperkecil ketertinggalan Tottenham setelah melepaskan tembakan rendah yang masuk ke gawang.
Setelah gol tersebut, tempo pertandingan melambat dan tidak ada gol tambahan hingga akhir babak pertama. 26 menit awal pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu periode paling dramatis dalam sejarah Liga Champions.