Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, mengungkapkan tantangan berat yang dihadapinya sepanjang musim ini akibat gangguan cedera dan perubahan peran posisi di lapangan pada Selasa (14/4/2026). Pengakuan ini muncul menjelang laga hidup-mati kontra Bayern Munchen di Liga Champions.
Musim kompetisi kali ini menjadi periode sulit bagi pemain asal Inggris tersebut setelah sempat absen dalam waktu lama karena masalah hamstring. Kondisi ini dinilai menghambat konsistensi performanya saat berseragam Los Blancos, sebagaimana dilansir dari Bola.
"Saya merasa baik. Musim ini sangat membuat frustrasi; saya kurang beruntung, melewatkan pertandingan karena cedera. Pada awal musim dan dalam dua bulan terakhir ini," ujar Jude Bellingham, Pemain Real Madrid.
Bellingham menjelaskan bahwa aspek mental menjadi bagian tersulit dalam proses pemulihan untuk kembali ke level tertinggi. Ia mengaku kepercayaan dirinya baru mulai tumbuh kembali setelah mendapatkan jam bermain reguler dalam beberapa laga terakhir melawan Mallorca dan Atletico Madrid.
Selain faktor kebugaran, fleksibilitas posisi di bawah arahan pelatih juga menjadi tantangan tersendiri bagi Bellingham. Jika musim lalu ia lebih banyak beroperasi di posisi menyerang dalam formasi berlian, kini perannya lebih dinamis dan sering ditarik lebih dalam ke lini tengah.
"Saya bisa melakukan berbagai hal dengan level yang bagus, dan saya sedikit menjadi korban dari hal tersebut. Itu bagus sekaligus buruk, karena tidak ada satu posisi yang bisa membuat Anda terbiasa, tetapi Anda harus beradaptasi," kata Jude Bellingham.
Situasi Real Madrid di kompetisi domestik saat ini tertinggal sembilan poin dari Barcelona di La Liga dan sudah tersingkir dari Copa del Rey. Hal tersebut menempatkan Liga Champions sebagai satu-satunya peluang gelar juara yang paling realistis bagi klub ibu kota Spanyol tersebut.
Bellingham menegaskan timnya tidak akan bersembunyi dari tekanan dan menganggap setiap laga di kompetisi Eropa seperti partai final. Fokus utama skuad saat ini adalah membangun kerja sama tim yang solid serta mengabaikan kritik mengenai pembagian peran di lini depan.