BNPT Deteksi Rekrutmen Terorisme Menyasar Anak Lewat Game Online

BNPT mengungkap modus digital grooming untuk rekrutmen terorisme pada anak melalui fitur chat game online seperti Roblox pada April 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengidentifikasi ancaman baru berupa infiltrasi paham radikal terhadap anak-anak melalui fitur komunikasi di dalam platform game online pada Kamis (30/4/2026). Modus perekrutan ini memanfaatkan fitur obrolan teks dan suara untuk mendekati calon korban secara personal.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengungkapkan bahwa pola rekrutmen melalui platform seperti Roblox telah dipantau secara intensif sejak tahun 2024. Dilansir dari Detik iNET, pengawasan ini dilakukan melalui kolaborasi erat antara BNPT, kementerian terkait, serta aparat penegak hukum guna memitigasi penyebaran ideologi ekstrem.

Proses pendekatan pelaku terhadap anak-anak menggunakan metode digital grooming yang bertujuan membangun ikatan emosional. Pelaku biasanya berpura-pura memiliki hobi yang sama atau menjadi teman curhat saat bermain game demi menciptakan rasa kepercayaan pada korban.

"Di tahap awal, mereka membangun empati. Anak-anak diajak ngobrol saat bermain, merasa punya hobi yang sama, bahkan saling curhat. Dari situ muncul kedekatan," ujar Eddy Hartono, Kepala BNPT, di Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta.

Interaksi awal tersebut sengaja dibuat agar tampak seperti komunikasi antar pemain biasa untuk menghindari kecurigaan. Setelah korban merasa nyaman, pelaku kemudian mengarahkan komunikasi ke aplikasi pesan instan yang lebih privat seperti WhatsApp atau Telegram.

Pada tahap perpindahan platform tersebut, pelaku mulai melakukan normalisasi terhadap narasi-narasi radikal dan doktrin tertentu yang menentang pemerintah. Berdasarkan temuan kasus, para pelaku diketahui merupakan simpatisan kelompok teror yang menyebarkan propaganda terkait ISIS.

BNPT mencatat bahwa tahap akhir dari proses ini adalah eksploitasi korban untuk kepentingan kelompok teroris. Namun, serangkaian upaya pencegahan melalui pendekatan hukum berhasil menggagalkan rencana tersebut sebelum memasuki fase eksploitasi yang lebih berbahaya.

Menyikapi fenomena ini, BNPT mengimbau para orang tua untuk lebih ketat dalam mendampingi aktivitas digital anak-anak mereka. Meski tidak melarang penggunaan game online, pengawasan terhadap interaksi anak dengan orang asing di ruang digital menjadi langkah krusial untuk mencegah paparan paham radikal.

Recommended