Cremonese harus mengakui keunggulan Bologna setelah takluk 1-2 dalam pertandingan Serie A pekan ke-31 musim 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Giovanni Zini pada Minggu (5/4/2026) malam WIB tersebut menempatkan tim berjulukan I Grigiorossi dalam situasi sulit. Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, yang membela Cremonese, tak mampu membendung serangan lawan.
Awal pertandingan langsung mengejutkan Cremonese dengan gol cepat tim tamu. Laga baru berjalan tiga menit, gawang yang dijaga Emil Audero sudah kebobolan oleh João Mário, memanfaatkan umpan dari Juan Miranda.
Hanya berselang 13 menit kemudian, Cremonese kembali kebobolan. Jonathan Rowe berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima asis dari Juan Miranda. Cremonese hanya mampu membalas satu gol di akhir pertandingan lewat tendangan penalti Federico Bonazzoli.
Kekalahan ini semakin memperburuk posisi Cremonese di klasemen, menempatkan mereka di ambang jurang degradasi. Tim ini masih tertahan di peringkat ke-18 atau posisi ketiga dari bawah dengan perolehan 27 poin. Mereka terpaut tiga angka dari Cagliari yang berada di batas aman untuk bertahan di Serie A, seperti dilansir dari Bola.
Cremonese memiliki catatan yang mengkhawatirkan terkait performa mereka, terutama mudah kebobolan di menit-menit awal pertandingan. Hal ini terbukti dalam duel melawan Bologna, di mana mereka kemasukan dua gol dalam 16 menit pertama.
Fenomena kebobolan cepat ini bukan kali pertama bagi Cremonese. Sebelumnya, mereka juga mengalami hal serupa dalam tiga laga beruntun. Kekalahan 0-1 dari Sassuolo, 0-2 dari Inter Milan, dan 1-2 dari Atalanta menjadi bukti kerapuhan di awal pertandingan.
Pada 13 Januari 2026, Cremonese juga dihajar Juventus dengan skor telak lima gol tanpa balas. Bahkan, dua gol tercipta dalam 15 menit pertama. Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Marco Giampaolo selaku pelatih tim.
Tanggapan Emil Audero Mengenai Performa Tim
Emil Audero turut menanggapi statistik timnya yang sering kebobolan gol cepat di menit-menit awal. Kiper berpengalaman yang direkrut Cremonese jelang Serie A musim 2025/2026 ini mengungkapkan tantangan yang dihadapi timnya.
"Ini tidak mudah. Tujuannya selalu untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dan melakukan yang terbaik untuk tim dan diri sendiri. Tren ini tidak positif, sepertinya reaksi hanya bisa muncul setelah tamparan di wajah," ungkap Audero, seperti dikutip dari laman resmi Cremonese.
Ia menambahkan bahwa sebenarnya tim tidak selalu harus menunggu tekanan untuk bereaksi. "Sebaliknya, kami telah menunjukkan bahwa itu tidak perlu. Misalnya, di Parma kami memainkan pertandingan yang luar biasa, dan hari ini di babak kedua kami memberikan segalanya melawan lawan kelas atas," lanjut Emil Audero.
Dengan tujuh pertandingan tersisa di Serie A, Cremonese wajib memaksimalkan setiap kesempatan. Pertandingan selanjutnya melawan Cagliari akan menjadi sangat krusial. Kedua tim sama-sama berjuang untuk menghindari ancaman turun kasta.