Dani Pedrosa Ungkap Cara Atasi Kelemahan di Lintasan Basah

Legenda MotoGP, Dani Pedrosa, mengungkapkan bagaimana ia berjuang mengatasi kelemahannya saat balapan di lintasan basah yang menghambat kariernya.

Dani Pedrosa, legenda MotoGP, membagikan kisah menarik tentang usahanya mengatasi kelemahan yang menghantuinya selama bertahun-tahun: balapan di lintasan basah. Kondisi tersebut sempat menghalangi Pedrosa meraih gelar juara dunia.

Pedrosa mengungkapkan bahwa pada awal kariernya di MotoGP, ia sering kesulitan untuk tampil kompetitif saat hujan. Salah satu momen yang paling mengecewakan terjadi di MotoGP Jerman 2008 di Sachsenring. Kala itu, ia memimpin balapan sebelum akhirnya terjatuh karena lintasan basah.

Insiden tersebut mendorong pembalap tim Repsol Honda itu untuk mengambil langkah besar, yaitu memperbaiki kemampuannya dalam kondisi hujan.

Dalam acara makan malam Hall of Fame bersama rivalnya seperti Valentino Rossi, Casey Stoner, dan Jorge Lorenzo, Pedrosa menceritakan berbagai cara yang ia coba untuk meningkatkan performanya di lintasan basah. Salah satunya adalah berlatih menggunakan motor Supermoto di lintasan gokart yang basah, namun rencana ini justru berakhir buruk.

"Saya tidak cepat di lintasan basah. Ingat ketika di Sachsenring saya terjatuh saat memimpin? Saat itu saya berkata, ‘Cukup. Setiap tahun saya kehilangan gelar karena ada satu balapan hujan’," ujar Pedrosa dalam video yang dirilis MotoGP.com.

Ia menjelaskan bahwa lintasan gokart yang datar dan minim karet membuat daya cengkeram sangat rendah sehingga latihan tersebut dianggap mustahil dilanjutkan. "Saya jatuh di lap pertama. Lalu saya mencoba memanaskan ban sedikit, tetapi tetap saja jatuh lagi," kata Pedrosa.

Latihan Ekstrem di Jalan Pegunungan

Setelah metode pertama gagal, Pedrosa dan manajernya saat itu, Alberto Puig, memilih cara latihan yang lebih ekstrem. Mereka berlatih di jalan umum menuju pegunungan di wilayah Barcelona saat hujan turun.

"Kami mengambil motor, memakai wearpack, jas plastik, membawa uang untuk bensin, lalu pergi ke jalan pegunungan," cerita Pedrosa. Mereka berkendara naik turun jalan pegunungan berkali-kali dalam kondisi hujan deras. Setiap kali bensin habis, mereka berhenti untuk mengisi bahan bakar sebelum kembali melanjutkan latihan.

"Kami naik turun jalan pegunungan hampir 100 kali dalam satu hari," kata Pedrosa sambil tertawa. Latihan ekstrem tersebut membuahkan hasil positif. Menurut Rossi, upaya itu berhasil membuat Pedrosa jauh lebih cepat di lintasan basah.

Tetap Tanpa Gelar MotoGP

Pedrosa memulai karier MotoGP pada 2006 dan meraih kemenangan pertamanya di kondisi hujan saat balapan di Sepang International Circuit pada 2012. Ia kemudian menambah kemenangan di lintasan basah pada balapan di Circuit Ricardo Tormo pada tahun yang sama, lalu di Bugatti Circuit pada 2013 dan Twin Ring Motegi pada 2015.

Meski berhasil meningkatkan performanya di kondisi hujan, Pedrosa tetap gagal meraih gelar juara dunia MotoGP. Ia tiga kali finis sebagai runner-up sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada akhir musim 2018.

Dengan total 31 kemenangan di kelas utama, Pedrosa tercatat sebagai pembalap tersukses dalam sejarah MotoGP yang tidak pernah meraih gelar juara dunia. Saat ini, Pedrosa masih terlibat di dunia balap sebagai pembalap penguji untuk Red Bull KTM Factory Racing.

Recommended