Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) merilis data terbaru yang menunjukkan sakelar bahan bakar pada kedua mesin pesawat China Eastern Airlines penerbangan MU5735 dimatikan secara manual sebelum jatuh di Guangxi pada Maret 2022. Insiden tragis tersebut menewaskan seluruh 132 orang di dalamnya.
Dilansir dari Detik iNET, informasi yang diperoleh dari rekaman data penerbangan (FDR) menunjukkan bahwa pasokan bahan bakar ke mesin terputus saat pesawat berada di ketinggian 29.000 kaki. Data ini terungkap setelah adanya permintaan kebebasan informasi terkait kecelakaan udara paling mematikan di China dalam beberapa dekade terakhir tersebut.
Analisis NTSB menunjukkan bahwa sakelar bahan bakar pada kedua mesin Boeing 737-800 itu berpindah dari posisi 'nyala' ke posisi 'mati' (cutoff) secara bersamaan. Pergerakan fisik ini mengakibatkan kecepatan mesin menurun drastis tepat sebelum jet tersebut terjun bebas dari langit.
"Data jelas menunjukkan sakelar bahan bakar ditempatkan manual ke posisi mati tepat sebelum kecelakaan terjadi," kata David Soucie, analis keselamatan penerbangan CNN. Soucie menambahkan bahwa tidak ada indikasi upaya dari pilot untuk menghidupkan kembali mesin setelah sakelar tersebut dimatikan.
Mekanisme sakelar bahan bakar pada pesawat Boeing 737 mengharuskan pilot untuk menarik tuas ke atas secara fisik sebelum dapat memindahkannya ke posisi mati. Hal ini memperkuat dugaan adanya intervensi manusia di dalam kokpit, baik oleh awak pesawat maupun pihak lain yang berhasil menerobos masuk.
Perekam data penerbangan dilaporkan berhenti berfungsi pada ketinggian 26.000 kaki karena generator pesawat kehilangan daya listrik. Namun, perekam suara kokpit (CVR) tetap aktif menggunakan daya cadangan baterai, dan empat rekaman suara telah diserahkan kepada Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) untuk dianalisis lebih lanjut.
Pakar penerbangan dari Strategic Air, Tony Stanton, mengingatkan bahwa dokumen NTSB ini belum merupakan laporan akhir kecelakaan. Menurut Stanton, materi tersebut belum bisa membuktikan motif atau niat pelaku, meskipun urutan peristiwanya sulit dikaitkan dengan kegagalan mekanis konvensional.
Pihak otoritas penerbangan China sebelumnya sempat membantah spekulasi bahwa kecelakaan ini dilakukan secara sengaja. Hingga saat ini, CAAC belum memberikan rilis resmi laporan akhir mengenai penyebab pasti jatuhnya pesawat MU5735 meskipun telah menghadapi desakan internasional terkait transparansi data kotak hitam.