John Herdman akan segera menjalani debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026 melawan St Kitts and Nevis.
Sebagai pelatih anyar yang resmi ditunjuk pada Sabtu, 3 Januari 2026, Herdman membutuhkan strategi yang tepat untuk memberikan kesan positif di pertandingan pertamanya sebagai juru taktik Garuda. Herdman sendiri telah diikat kontrak selama 2 tahun, dengan opsi perpanjangan 2 tahun.
Penampilan perdana Herdman sangat dinantikan setelah penunjukan dirinya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Debutnya akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada Jumat, 27 Maret 2026, saat menjamu St Kitts and Nevis.
Laga ini penting bagi Herdman untuk merebut hati para penggemar dan pendukung Timnas Indonesia, terutama setelah kegagalan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia bersama pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert.
Tantangan bagi Herdman adalah waktu persiapan yang singkat dan kedatangan beberapa pemain yang terlambat karena agenda klub.
Komposisi pemain pilihan John Herdman tidak menunjukkan kejutan atau perubahan signifikan, terutama jika melihat daftar 24 pemain final yang akan bergabung di FIFA Series 2026.
Warna baru hanya terlihat pada kembalinya Elkan Baggott dan pemanggilan Dony Tri Pamungkas. Sebagian besar pemain yang dipilih adalah nama-nama yang sudah sering memperkuat Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.
Dengan mempertahankan komposisi lama, Herdman tampaknya enggan mengambil risiko karena waktu yang terbatas. Ia memilih memanfaatkan skuad yang sudah ada karena minimnya kesempatan untuk berkumpul bersama pemain.
Menerjemahkan visi bermain kepada pemain membutuhkan waktu yang tidak singkat bagi seorang pelatih. Secara garis besar, gaya bermain Jay Idzes dan rekan-rekan mungkin tidak akan jauh berbeda dari pelatih sebelumnya.
Memahami Kekuatan Lawan
Publik memiliki alasan untuk mempercayai racikan John Herdman, yaitu pemahaman sang pelatih terhadap kekuatan lawannya. St Kitts and Nevis bukanlah tim yang asing bagi Herdman.
Saat masih melatih Timnas Kanada, Herdman pernah menghadapi St Kitts and Nevis dan berhasil menang tipis 1-0 pada November 2018.
Secara kekuatan, Timnas Indonesia juga masih berada di atas St Kitts and Nevis. Skuad Garuda menempati peringkat ke-122 FIFA, sementara St Kitts and Nevis berada di urutan ke-154.
Komposisi pemain yang dibawa Herdman juga memiliki status yang lebih baik karena banyak yang bermain di Eropa, seperti Kevin Diks (Borussia Monchengladbach/Jerman), Jay Idzes (Sassuolo/Italia), Emil Audero (Cremonese/Italia), Maarten Paes (Ajax/Belanda), dan Calvin Verdonk (Lille OSC/Prancis).
Strategi Tanpa Playmaker
Salah satu aspek yang menjadi perhatian menjelang FIFA Series 2026 adalah stok pemain Timnas Indonesia di lini tengah. John Herdman tidak memiliki opsi playmaker dalam daftar pemain yang tersedia.
Thom Haye, yang selama ini menjadi andalan, harus absen karena sanksi larangan bermain. Gelandang lainnya, Ricky Kambuaya, juga dicoret dari skuad akhir.
Publik menantikan komposisi lini tengah yang akan diformulasikan Herdman untuk menghadapi St Kitts and Nevis, terutama pendamping ideal untuk Joey Pelupessy.
Beberapa nama masih bisa menjadi opsi, seperti Ivar Jenner. Alternatif lainnya adalah menggeser pemain yang memiliki kapasitas sebagai gelandang.
Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, dan Jordi Amat bisa menjadi opsi. Dua nama pertama berposisi asli sebagai bek kiri, tetapi pernah ditugaskan sebagai gelandang. Jordi Amat belakangan ini dimainkan sebagai gelandang bertahan di Persija Jakarta.