Dedi Kusnandar Kenang Laga Persib U-23 Kontra AS Roma Penuh Bintang

Gelandang Persib Dedi Kusnandar mengenang pengalamannya sebagai kapten Timnas U-23 saat uji coba melawan AS Roma dengan skuad penuh bintang.

Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, menyimpan kenangan berharga saat menjabat sebagai kapten Timnas Indonesia U-23. Momen tersebut memberinya kesempatan langka berhadapan dengan sejumlah klub Serie A Italia, termasuk AS Roma yang diperkuat legenda Francesco Totti.

Dedi Kusnandar telah menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia U-23 sejak tahun 2012. Ia dipercaya oleh pelatih Rahmad Darmawan dalam gelaran SEA Games 2013, kemudian melanjutkan peran krusialnya di bawah asuhan Aji Santoso untuk Asian Games 2014.

Menjelang Asian Games 2014, Aji Santoso memberikan kepercayaan kepada Dedi untuk mengemban tugas sebagai kapten tim. Dalam fase persiapan tersebut, Skuad Garuda Muda melakukan serangkaian uji coba yang berkesan melawan beberapa klub papan atas Italia.

"Sebelum bermain di Asian Games 2014, ada pengalaman yang berharga. Saya menjadi kapten Timnas Indonesia U-23. Dalam masa persiapannya, kami juga mendapatkan kesempatan uji coba di Italia," ungkap Dedi Kusnandar, seperti dikutip dari kanal YouTube Sport77.

Timnas Indonesia U-23 berkesempatan menjajal kekuatan sejumlah tim Serie A, seperti AS Roma, Lazio, dan Cagliari. Ketika menghadapi AS Roma, Dedi dan rekan-rekannya terkejut karena tim berjuluk I Giallorossi itu menurunkan seluruh pemain terbaiknya.

"Kami menghadapi AS Roma, Lazio, dan Cagliari. Kalau uji coba melawan tim-tim seperti ini, kita pasti berpikir kalau akan menghadapi tim cadangannya. Namun, saat lawan AS Roma, saya kaget karena mereka menurunkan full-team," tutur Dedi.

Menurutnya, skuad Garuda Muda harus berhadapan langsung dengan pemain inti AS Roma, termasuk bintang-bintang seperti Ashley Cole, Radja Nainggolan, dan Francesco Totti. Laga tersebut juga disaksikan oleh penonton yang memenuhi stadion.

Dedi menambahkan, "Tidak hanya itu, kami bermain di stadion yang penuh dengan penonton. Saat itu, ada Totti, Cole, hingga Radja Nainggolan. Semua pemain terbaiknya diturunkan, dan penontonnya saat itu penuh. Mungkin, karena saat itu ada acara penghargaan untuk Totti."

Meskipun Kalah, Timnas U-23 Tampil Maksimal

Meski berhadapan dengan nama-nama besar dunia, Timnas Indonesia U-23 sama sekali tidak gentar. Mereka menunjukkan semangat juang tinggi dan mampu memberikan perlawanan yang sengit.

Skuad asuhan Aji Santoso akhirnya harus mengakui keunggulan AS Roma dengan skor tipis 1-3. Hasil ini dianggap positif mengingat kualitas lawan yang dihadapi.

"Ketika itu, dalam pikiran kami, nanti akan kalah berapa gol dari AS Roma. Tetapi, para pemain dalam Timnas U-23 saat itu, saya percaya mereka bermain sangat kompak. Apalagi, saat itu ada salah satu seniornya Igbonefo," jelas Dedi.

"Kami pun hanya kalah 1-3 dari AS Roma yang notabene klub besar. Kami bisa memberikan perlawanan. Salah satu pengalaman luar biasanya saya bisa berhadapan dengan Sang Pangeran, Totti," lanjut pemain asal Sumedang itu.

Momen Tak Terlupakan dengan Totti

Salah satu momen paling berkesan bagi Dedi adalah interaksi langsungnya dengan Francesco Totti. Saat berada di lorong menuju lapangan sebelum pertandingan, Dedi memberanikan diri berbicara dengan legenda Timnas Italia itu.

Dengan kemampuan berbahasa Inggris yang terbatas, Dedi menyampaikan keinginannya untuk bertukar jersey dengan Totti. Permintaan tersebut disanggupi oleh Totti.

"Saat momen sebelum bertanding, kami saat itu berada di lorong menuju lapangan. Walaupun dengan Bahasa Inggris yang terbatas, saat itu saya beranikan diri berbicara dengan Totti. Saya ingin bertukar jersey," kenang Dedi.

Namun, karena fokus pertandingan dan rasa takjub, Dedi sempat lupa untuk menukarkan jersey setelah laga. Meski begitu, pengalaman berhadapan dengan AS Roma dan Francesco Totti tetap menjadi pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan baginya.

Recommended