Gelandang muda Real Madrid, Eduardo Camavinga, kerap dilaporkan masuk dalam daftar jual klub pada bursa transfer musim panas tahun ini. Namun, di tengah derasnya spekulasi mengenai masa depannya, sang pemain menegaskan komitmennya untuk tetap setia bersama Los Blancos.
Musim 2025/2026 diakui bukan menjadi periode terbaik bagi pemain berusia 23 tahun tersebut. Seperti dikutip dari Bola, performa yang inkonsisten dan serangkaian cedera menjadi faktor utama yang menghambat ritme permainannya di lapangan hijau.
Masa sulit mantan pemain Rennes ini mencapai puncaknya saat Real Madrid menghadapi Bayern Munich pada leg kedua perempat final Liga Champions di Allianz Arena, 16 April lalu. Pada pertandingan tersebut, dia diganjar kartu merah pada menit ke-86 setelah melakukan tekel keras terhadap Jamal Musiala.
Hukuman kartu merah itu meninggalkan kekecewaan mendalam bagi Eduardo Camavinga. Berdasarkan laporan dari Marca, sang gelandang bahkan sempat tidak kuasa menahan air mata di ruang ganti setelah laga usai.
Kondisi tersebut langsung memicu rumor bahwa manajemen Real Madrid siap melepas sang pemain pada bursa transfer musim panas mendatang. Real Madrid bahkan dikabarkan telah menetapkan banderol harga untuk jasanya sebesar 70 juta euro.
Rumor penjualan tersebut sempat menjadi kabar baik bagi Liverpool yang sudah lama mengincar tanda tangan Eduardo Camavinga. Selain klub Inggris itu, Paris Saint-Germain juga dilaporkan menaruh minat untuk memboyong sang gelandang.
Meski demikian, Liverpool dinilai berada di posisi terdepan dalam perburuan ini karena mereka sangat membutuhkan sosok pemain fleksibel di lini tengah. Namun, ketertarikan klub-klub besar tersebut tidak menggoyahkan pendirian sang pemain.
Eduardo Camavinga menyadari bahwa dirinya sedang melewati fase yang sulit dalam karier sepak bolanya. Walau begitu, dia memilih untuk bertahan dan berjuang mengembalikan bentuk permainan terbaiknya bersama Real Madrid.
Kendala Cedera dan Persaingan Lini Tengah
Faktor kontrak yang masih mengikatnya hingga 30 Juni 2029 membuat Eduardo Camavinga tetap percaya diri. Gelandang asal Prancis ini optimis bisa membalikkan situasi dan kembali menjadi pilar penting dalam skuad utama.
Perjalanan karier sang pemain sepanjang musim ini memang dipenuhi rintangan medis. Dia sempat melewatkan empat pertandingan awal musim akibat mengalami cedera pergelangan kaki.
Setelah pulih dan mulai mendapatkan kembali kepercayaan dari pelatih Xabi Alonso, nasib buruk kembali menimpanya. Cedera berikutnya kembali datang menghantam pada Desember tahun lalu.
Masalah bagi sang gelandang tidak berhenti sampai di situ. Pada era kepelatihan Alvaro Arbeloa, dia juga terpaksa absen dari lapangan akibat menderita infeksi gigi.
Selama periode absennya Eduardo Camavinga, sejumlah pemain muda lain di skuad Real Madrid mulai unjuk gigi dan mencuri perhatian. Situasi ini membuat posisinya sedikit tergeser dalam hierarki pilihan pemain tim.
Bahkan, pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, dia tidak dipilih sebagai starter. Keputusan tersebut tetap diambil pelatih kendati Aurelien Tchouameni harus absen akibat menjalani skorsing.