Situasi internal Chelsea kembali menjadi sorotan setelah Enzo Fernandez secara terbuka mempertanyakan pemecatan pelatih Enzo Maresca. Pernyataan gelandang asal Argentina itu muncul di tengah performa inkonsisten The Blues.
Chelsea baru saja menelan kekalahan telak 0-3 dari Everton, memperpanjang tren negatif tanpa kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Padahal, di bawah Maresca, Chelsea sempat menikmati periode gemilang dengan meraih dua gelar: UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub.
Fernandez mengaku bingung dengan keputusan klub terkait pergantian pelatih. Ia menilai ada hal-hal yang tidak sepenuhnya bisa dipahami pemain.
"Saya juga tidak memahaminya. Terkadang ada hal-hal yang sebagai pemain tidak kami mengerti, bagaimana dan dengan cara apa mereka mencoba mengelola semuanya," ungkap Fernandez.
Ucapan tersebut mencerminkan adanya jarak antara kebijakan manajemen dan kondisi tim. Pergantian pelatih di tengah musim dinilai berdampak langsung pada stabilitas skuad. Kepergian Maresca sendiri terjadi setelah hubungannya dengan petinggi klub memburuk, mencapai titik puncak setelah sang pelatih menyebut mengalami “48 jam terburuk dalam kariernya”.
Kehilangan Identitas di Bawah Pelatih Baru
Fernandez menegaskan bahwa Chelsea kehilangan identitas permainan yang jelas sejak kepergian Maresca.
“Kepergiannya sangat menyakitkan bagi kami karena kami punya identitas. Dia memberi kami struktur, meskipun dalam sepak bola selalu ada momen baik dan buruk,” lanjutnya.
“Ia selalu memiliki identitas yang sangat jelas dalam latihan dan permainan. Kepergiannya di tengah musim jelas sangat memukul kami karena semuanya jadi terputus,” tambah Fernandez.
Pernyataan ini secara tidak langsung mengkritik pelatih baru, Liam Rosenior, yang dinilai belum mampu memberikan arah yang sama kepada tim. Performa Chelsea belakangan justru menurun drastis. Selain kekalahan dari Everton, Chelsea juga dipermalukan Paris Saint-Germain dengan skor 0-3 di Liga Champions.
Tidak hanya soal hasil, pernyataan Rosenior di media juga menuai kritik. Salah satunya ketika ia menyebut timnya “menghormati bola” saat melakukan huddle sebelum pertandingan, yang dianggap tidak relevan oleh banyak pihak.
Dengan Fernandez mulai angkat suara dan merindukan era Maresca, posisi Rosenior kini semakin tertekan. Bukan tidak mungkin, Chelsea kembali berburu pelatih baru pada bursa musim panas mendatang jika situasi ini tidak segera membaik.