Timnas Indonesia menunjukkan performa yang menjanjikan di bawah arahan pelatih baru, John Herdman, dengan kemenangan telak atas Saint Kitts dan Nevis di pertandingan pertama FIFA Series 2026.
Dalam laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada Jumat (27-3-2026) malam WIB, Timnas Indonesia tampil dominan dan meraih kemenangan 4-0.
Beckham Putra Nugraha menjadi bintang pada pertandingan ini dengan mencetak dua gol (13' dan 23'). Ole Romeny (52') dan Mauro Zijlstra (74') juga menyumbangkan gol di babak kedua.
Meski meraih kemenangan, terdapat beberapa catatan yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan performa Timnas Indonesia.
John Herdman menunjukkan kecermatan dalam memanfaatkan pemain meskipun memiliki waktu yang terbatas untuk berinteraksi dengan tim.
Keputusan berani Herdman menempatkan Calvin Verdonk dan Jordi Amat di lini tengah patut diapresiasi. Verdonk pernah bermain di posisi ini saat dilatih Patrick Kluivert, sementara Jordi Amat sudah berpengalaman sebagai gelandang bertahan bersama Persija Jakarta.
Selain itu, kepercayaan yang diberikan kepada Dony Tri Pamungkas sebagai starter terbukti tepat. Winger muda Persija Jakarta ini tampil menonjol sepanjang pertandingan.
Peran Baru Ole Romeny
Selain Beckham Putra Nugraha, Ole Romeny juga tampil menonjol dalam kemenangan Timnas Indonesia. Striker Oxford United ini memberikan dua assist untuk gol Beckham dan mencetak satu gol.
Ole mendapatkan peran baru di era Herdman, di mana ia lebih banyak turun ke belakang untuk menjadi kreator serangan. Kemampuan dan kreativitas Ole dimaksimalkan Herdman dengan memberikan kebebasan untuk mengisi ruang kosong dan menciptakan peluang.
Direct-Pass Menonjol
Umpan-umpan direct yang langsung menusuk ke jantung pertahanan lawan menjadi salah satu skema menonjol Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman. Transisi menjadi sumber penciptaan gol ke gawang St Kitts dan Nevis.
Gol pertama Beckham yang memanfaatkan umpan Ole berawal dari skema ini. Ole mampu memberikan umpan kepada Beckham yang berhasil lolos dari jebakan offside.
Gol kedua juga berasal dari skema transisi, di mana kolaborasi antara Sananta, Ole, dan Beckham berhasil mengeksploitasi ruang kosong yang ditinggalkan bek St Kitts dan Nevis.
Gol Mauro Zijlstra juga berasal dari umpan terobosan Joey Pelupessy. Skuad Garuda mampu menembus pertahanan lawan melalui umpan direct dalam beberapa kesempatan.
Pertahanan Belum Teruji
Secara umum, lini pertahanan Timnas Indonesia terlihat solid saat menghadapi St Kitts dan Nevis. Namun, lawan tidak memberikan ancaman berarti bagi Jay Idzes dan rekan-rekannya.
Perbedaan peringkat FIFA yang mencolok antara Indonesia dan St Kitts dan Nevis membuat Tim Garuda belum mendapatkan ujian yang sesungguhnya di pertandingan ini.
Tim lawan hanya mampu melepaskan satu tembakan sepanjang pertandingan. Lini pertahanan Tim Garuda akan mendapatkan ujian sesungguhnya saat menghadapi Bulgaria di pertandingan berikutnya, yang baru saja mengalahkan Kepulauan Solomon dengan skor 10-2.