FIFA Respons Tuduhan Rasis Gianluca Prestianni ke Vinícius Júnior

FIFA mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan tindakan rasis Gianluca Prestianni terhadap Vinícius Júnior di Liga Champions.

FIFA telah mengeluarkan pernyataan resmi menyusul tuduhan tindakan rasis yang dilakukan oleh winger Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap bintang Real Madrid, Vinícius Júnior. Insiden ini terjadi pada leg pertama play-off Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid.

Pertandingan yang berlangsung di Estadio da Luz tersebut dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor 1-0. Vinicius mencetak satu-satunya gol pada menit ke-50.

Menjelang dimulainya babak kedua, kontroversi muncul. Prestianni menghampiri Vinicius dan tampak berbicara sambil menutupi mulutnya dengan jersey.

Vinicius kemudian melaporkan dugaan insiden tersebut kepada wasit Francois Letexier, yang kemudian memberikan isyarat tangan menyilang sebagai tanda adanya laporan dugaan pelecehan rasial.

UEFA telah memulai investigasi resmi terkait insiden ini. Proses investigasi diperkirakan akan memakan waktu sebelum keputusan final diumumkan.

Menurut laporan The Athletic, Prestianni kemungkinan masih bisa bermain pada leg kedua yang dijadwalkan pada 25 Maret. Investigasi diperkirakan belum selesai sebelum pertandingan tersebut.

Prestianni membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan rasis kepada Vinicius.

Vinicius menyampaikan reaksi keras melalui media sosial setelah kemenangan tersebut. Ia menyebut pelaku rasisme sebagai pengecut dan menegaskan bahwa tindakan tersebut menunjukkan kelemahan.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengaku terkejut dan sedih setelah menerima laporan mengenai dugaan insiden tersebut. Ia mendesak agar pihak yang terbukti bersalah dimintai pertanggungjawaban.

"Saya terkejut dan sedih melihat insiden dugaan rasisme terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid," kata Infantino dalam pernyataan resminya.

Infantino menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi rasisme di sepak bola maupun di masyarakat secara umum. FIFA berkomitmen untuk melindungi pemain, ofisial, dan suporter melalui berbagai inisiatif global anti-diskriminasi.

Infantino juga memuji tindakan wasit Francois Letexier yang langsung mengaktifkan protokol anti-rasisme. Gestur tangan menyilang dinilai sebagai tindakan yang tepat untuk menghentikan permainan dan menangani situasi tersebut.

"FIFA dan sepak bola menunjukkan solidaritas penuh kepada korban rasisme dan segala bentuk diskriminasi. Saya akan terus menegaskan: Tidak untuk rasisme, tidak untuk segala bentuk diskriminasi," tegasnya.

Kasus ini sedang dalam proses investigasi UEFA. Perkembangannya akan menjadi sorotan publik menjelang leg kedua antara kedua tim.

Recommended