Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) telah mengambil langkah serius dalam menindaklanpsi kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang menimpa atlet di pemusatan latihan nasional (pelatnas). FPTI membentuk tim pencari fakta, sebuah langkah yang mendapat dukungan penuh dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, Rabu (11/3/2026).
Pembentukan tim ini merupakan bagian dari upaya FPTI untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para korban. Identitas atlet yang menjadi korban akan dirahasiakan guna menghindari stigma negatif dari masyarakat, seperti dilansir dari Bola.
Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan perlindungan terhadap korban adalah prioritas utama. "Kami memberikan perlindungan maksimal bagi para atlet, karenanya identitas mereka juga kami rahasiakan. Mereka jangan sampai jadi korban dua kali karena adanya stigma di masyarakat," ujar Yenny saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-74 Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Tim pencari fakta internal federasi tersebut telah menjadwalkan pemanggilan terhadap terduga pelaku pada Kamis (12/3/2025). Yenny menjelaskan bahwa surat pemanggilan telah dilayangkan dan komunikasi via WhatsApp juga telah dilakukan dengan terduga pelaku.
Erick Thohir mengapresiasi langkah cepat FPTI ini. Ia berharap investigasi oleh tim pencari fakta dapat mengungkap kasus secara transparan dan menyeluruh. "Pembentukan tim pencari fakta merupakan langkah yang tepat dan bukti penanganan serius oleh FPTI untuk memastikan setiap informasi dan fakta bisa dikaji secara mendalam," tutur Erick Thohir.
Menpora menekankan pentingnya proses yang objektif dan profesional untuk mewujudkan keadilan bagi para korban. Kemenpora akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini dan siap berkoordinasi dengan pihak terkait.
Selain penyelidikan internal FPTI, para atlet korban juga telah membuat laporan resmi kepada pihak Kepolisian. FPTI menyediakan bantuan hukum dengan menyediakan pengacara untuk mendampingi mereka.
"Ini ada dua proses yang berjalan secara beriringan, pertama proses di internal FPTI tim pencari fakta, juga proses hukum yang sudah berjalan," tegas Yenny Wahid. Federasi berkomitmen untuk memastikan para atlet mendapatkan kehidupan yang bermartabat dan keadilan.
Sebelumnya, Menpora Erick Thohir mengecam keras dugaan pelecehan seksual ini, menyebutnya sebagai "perbuatan jahanam" yang tidak sepatutnya terjadi di dunia olahraga. Ia juga mendorong agar kasus ini diproses secara hukum untuk memberikan kepastian dan keadilan.
Pemerintah juga menyerukan kesepakatan bersama dari seluruh federasi olahraga untuk memperkuat sistem perlindungan atlet. Hal ini penting untuk introspeksi dan perbaikan sistem pembinaan di setiap federasi, memastikan pelatnas dan proses latihan bersih dari tindakan pelecehan maupun kekerasan.