Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan secara terbuka rasa tidak percayanya terhadap kinerja wasit maupun teknologi VAR selama satu dekade kariernya di Inggris pada Rabu (13/5/2026). Pernyataan keras ini muncul saat persaingan gelar juara Liga Inggris 2025/2026 memasuki fase krusial.
Dilansir dari Bola, Guardiola memperingatkan skuad Manchester City agar tidak menggantungkan nasib mereka pada keputusan ofisial di lapangan. Saat ini, Arsenal memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin setelah menang 1-0 atas West Ham pada Minggu (10/5/2025) melalui keputusan VAR yang membatalkan gol lawan.
Meskipun Arsenal berada di puncak, Manchester City masih memiliki tabungan satu pertandingan lebih banyak. Arsenal berpeluang mengakhiri puasa gelar liga selama 20 tahun jika berhasil menyapu bersih laga tersisa melawan Burnley dan Crystal Palace.
"Bukan wasit atau VAR, saya tidak pernah memercayai apa pun sejak saya tiba di sini sekian lama yang lalu," ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City. Penegasan ini merupakan respons atas berbagai momen krusial yang dianggap merugikan timnya dalam beberapa musim terakhir.
Guardiola menyoroti kegagalan timnya di dua final Piala FA terakhir sebagai contoh ketidakadilan pengadil lapangan. Pada final musim lalu, wasit Stuart Attwell tidak memberikan kartu merah kepada kiper Crystal Palace, Dean Henderson, yang menyentuh bola di luar kotak penalti.
Selain itu, Guardiola mengenang kekalahan dari Manchester United tahun sebelumnya ketika dua klaim penalti untuk Erling Haaland diabaikan. Ia mengibaratkan penggunaan VAR seperti sebuah lemparan koin yang hasilnya tidak dapat diprediksi secara objektif.
Pelatih asal Spanyol tersebut kini menuntut para pemainnya untuk tampil lebih dominan agar hasil pertandingan tidak ditentukan oleh faktor eksternal. Menurutnya, fokus penuh pada laga melawan Crystal Palace menjadi satu-satunya cara untuk tetap bersaing di jalur juara.
Manchester City saat ini tertinggal lima poin namun secara matematis masih berpeluang menyalip Arsenal. Guardiola menekankan bahwa kehilangan konsentrasi pada tahap ini akan sangat berbahaya bagi ambisi klub mempertahankan trofi Premier League.